Anies dan Koalisi Perubahan Kumpul Sikapi Jokowi yang Akan Cawe-cawe di Pilpres 2024
Selasa, 30 Mei 2023 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
"Nah termasuk pernyataan presiden kemarin 'saya tidak akan netral, saya akan ikut cawe cawe'. Saya kira itu pasti menjadi bagian pembahasan yang sekarang sedang berlangsung," katanya.
Adapun konferensi pers di Sekretariat Perubahan dijadwalkan berlangsung pada 12.00 WIB tapi diundur hingga pukul 15.00 WIB, karena rapat internal masih digelar. "Jadi untuk kompletnya lagi dilakukan pembahasan oleh tim bersama Pak Anies. Saya juga tidak tahu bagaimana formasi konferensi persnya, itu nanti di Brawijaya jam 3 (sore)," katanya.
Baca juga: Bicara Keberlanjutan Pembangunan, Jokowi: Demi Negara Saya Harus Cawe-cawe
Untuk diketahui, Presiden Jokowi menginginkan pemimpin setelahnya memiliki nyali dan berani dalam mengambil tindakan untuk mengahadapi situasi global ke depan. Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu dengan para Pemimpin Redaksi (Pemred) media massa dan kreator konten di Istana Kepresidenan, Senin (29/5/2023).
"Ke depan Indonesia butuh pemimpin yang bernyali, yang berani," kata kata Jokowi ditirukan Direktur Pemberitaan MNC Group Prabu Revolusi yang hadir dalam pertemuan di Istana.
Presiden, kata Prabu, mengatakan, tekanan global menjadi tantangan bagi Indonesia, salah satunya terkait dengan proses hilirasi industri yang dijalankan Indonesia. Menurut Presiden, kebijakan hilirisasi menghadirkan tekanan untuk Indonesia. Namun, Presiden optimistis terus mendorong agar hilirisasi dapat terus berjalan karena memiliki banyak nilai tambah.
Adapun konferensi pers di Sekretariat Perubahan dijadwalkan berlangsung pada 12.00 WIB tapi diundur hingga pukul 15.00 WIB, karena rapat internal masih digelar. "Jadi untuk kompletnya lagi dilakukan pembahasan oleh tim bersama Pak Anies. Saya juga tidak tahu bagaimana formasi konferensi persnya, itu nanti di Brawijaya jam 3 (sore)," katanya.
Baca juga: Bicara Keberlanjutan Pembangunan, Jokowi: Demi Negara Saya Harus Cawe-cawe
Untuk diketahui, Presiden Jokowi menginginkan pemimpin setelahnya memiliki nyali dan berani dalam mengambil tindakan untuk mengahadapi situasi global ke depan. Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu dengan para Pemimpin Redaksi (Pemred) media massa dan kreator konten di Istana Kepresidenan, Senin (29/5/2023).
"Ke depan Indonesia butuh pemimpin yang bernyali, yang berani," kata kata Jokowi ditirukan Direktur Pemberitaan MNC Group Prabu Revolusi yang hadir dalam pertemuan di Istana.
Presiden, kata Prabu, mengatakan, tekanan global menjadi tantangan bagi Indonesia, salah satunya terkait dengan proses hilirasi industri yang dijalankan Indonesia. Menurut Presiden, kebijakan hilirisasi menghadirkan tekanan untuk Indonesia. Namun, Presiden optimistis terus mendorong agar hilirisasi dapat terus berjalan karena memiliki banyak nilai tambah.
Lihat Juga :