Anggaran Vaksin Corona Rp21 Triliun, DPR: Harus Bisa Diakses Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2020 - 17:32 WIB
loading...
Anggaran Vaksin Corona...
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Intan Fauzi saat diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema Vaksin Covid: Masalah atau Solusi? di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2020). FOTO/SINDOnews/ABDUL ROCHIM
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran vaksin COVID-19 sebesar Rp21 triliun dalam APBN 2021. Pemerintah menyatakan siap untuk memproduksi 100 juta vaksin virus corona bila sudah dinyatakan lolos uji klinis. Saat ini, vaksin yang diproduksi Sinovac Biotech, Ltd asal China itu tengah dilakukan uji klinis tahap tiga.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Intan Fauzi mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat kerja (raker) dengan berbagai mitra seperti Kementerian Kesehatan dan lembaga-lembaga terkait, termasuk dengan Bio Farma, terkait uji klinis fase ketiga vaksin COVID-19.

"Kami sebagai DPR tentunya dalam hal ini adalah politik anggaran, berapa pun rupiah kalau memang artinya itu untuk prorakyat dan untuk bangsa dan negara, seperti misalnya perppu dan sebagainya ya kami ikuti, sepanjang betul-betul bahwa anggaran tersebut terserap dengan baik dan tepat sasaran," kata Intan Fauzi dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema "Vaksin Covid: Masalah atau Solusi?" di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2020).(Baca juga: Mahasiswa Indonesia Ini Turut Andil Dalam Pengembangan Vaksin Covid-19 Oxford )

Dikatakan politikus PAN ini, untuk pengadaan vaksin Covid-19 ini, Kemenkes pada tahun anggaran 2021 membutuhkan anggaran sebesar Rp21 triliun. Karena itu, hal terpenting adalah akses masyarakat. "Pemerintah harus betul-betul siap, masyarakat mendapatkan akses untuk itu," katanya.

Di sisi lain, Intan Fauzi mengingatkan, agar hasil uji klinis tersebut harus betul-betul sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) dengan efisiensi antara 70-80%.

Menurutnya, proses uji klinis ini diperkirakan masih memerlukan proses yang sangat panjang. Namun, info adanya vaksin ini menimbulkan euforia masyarakat karena setelah sekian lama menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat sangat berharap ada vaksin yang membuat penyakit ini tertangani.(Baca juga: Bio Farma: Waktu Uji Klinis Fase 3 Vaksin Sinovac Memakan Waktu 6 Bulan )
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Nanik S Deyang Tidak...
Nanik S Deyang Tidak Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Tepis Hoaks Menolak,...
Tepis Hoaks Menolak, DPR Kebut RUU Aset
HUKUM MATI! DPR RI Geram,...
HUKUM MATI! DPR RI Geram, Sebut Korupsi Eks Jampidsus Sangat Memalukan
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Rekomendasi
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Berita Terkini
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Infografis
Tatib Direvisi, DPR...
Tatib Direvisi, DPR Bisa Copot Kapolri hingga Pimpinan KPK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved