Januari-April 2020 Terjadi 22 Peristiwa Kekerasan Menimpa Pembela HAM
Kamis, 23 Juli 2020 - 17:06 WIB
loading...
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) menyatakan perlindungan pembela atau pejuang HAM masih menjadi persoalan yang belum tersentuh penuh hukum. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) menyatakan perlindungan terhadap pembela atau pejuang hak asasi manusia (HAM) masih menjadi persoalan yang belum tersentuh penuh secara hukum. Tahun ini misalnya, Elsam mencatat ada 22 peristiwa pelanggaran dan kekerasan terhadap pembela HAM yang terjadi dalam kurun Januari-April 2020.
"Dari identifikasi 22 kasus terhadap pembela HAM atas lingkungan, sebanyak 69 korban individu dan 4 kelompok komunitas masyarakat adat," papar Direktur Eksekutif ELSAM Wahyu Wagiman dalam diskusi daring, Kamis (23/7/2020).
(Baca juga: Hingga Juli, Istana Ungkap Terjadi 3.928 Kasus Kekerasan Pada Anak)
Peristiwa tersebut terjadi di 10 wilayah. Para korban umumnya merupakan masyarakat adat, petani, termasuk jurnalis. Adapun pelaku yang paling banyak dilaporkan melakukan pelanggaran adalah aktor negara yaitu kepolisian dan pihak perusahaan atau korporasi.
"Baru 4 bulan, sudah terjadi 69 korban. Kalau ini tidak ditangani segera, bisa jadi catatan ini akan meningkat pada bulan-bulan berikutnya," celetuknya. (Baca juga: Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat Selama Pandemi Corona)
"Dari identifikasi 22 kasus terhadap pembela HAM atas lingkungan, sebanyak 69 korban individu dan 4 kelompok komunitas masyarakat adat," papar Direktur Eksekutif ELSAM Wahyu Wagiman dalam diskusi daring, Kamis (23/7/2020).
(Baca juga: Hingga Juli, Istana Ungkap Terjadi 3.928 Kasus Kekerasan Pada Anak)
Peristiwa tersebut terjadi di 10 wilayah. Para korban umumnya merupakan masyarakat adat, petani, termasuk jurnalis. Adapun pelaku yang paling banyak dilaporkan melakukan pelanggaran adalah aktor negara yaitu kepolisian dan pihak perusahaan atau korporasi.
"Baru 4 bulan, sudah terjadi 69 korban. Kalau ini tidak ditangani segera, bisa jadi catatan ini akan meningkat pada bulan-bulan berikutnya," celetuknya. (Baca juga: Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat Selama Pandemi Corona)
Lihat Juga :