Upaya Melestarikan Mangrove sebagai Penjaga Batas Laut dan Daratan

Jum'at, 26 Mei 2023 - 04:16 WIB
loading...
Upaya Melestarikan Mangrove...
Media gathering ngobrol santai konservasi dan penanaman mangrove, dengan tema Mangrove Jakarta Untuk Siapa? di Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (25/5/2023). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mangrove atau tanaman bakau menjadi salah satu unsur yang bisa menjaga kelestarian dan keseimbangan alam. Pasalnya dengan adanya mangrove di pesisir, maka batas antara lautan dan daratan bisa terjaga.

Pandangan ini terungkap dalam media gathering ngobrol santai konservasi dan penanaman mangrove, dengan tema Mangrove Jakarta Untuk Siapa? di Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (25/5/2023).

Mangrove ini ekosistem yang sangat unik. Ini sesuatu yang harus kita lindungi. Karena dia yang menjadi penyeimbang, pembatas, antara di laut dan di darat," kata Direktur Program Kelautan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Muhammad Ilman dalam diskusi santai tersebut.
Upaya Melestarikan Mangrove sebagai Penjaga Batas Laut dan Daratan

Ilman memaparkan, bahwa mangrove Indonesia luasnya 3,36 juta hektare pada 2021 dan tertinggi di dunia. Dari jumlah tersebut, lahan mangrove paling luas terdapat di Maluku dan Papua, yakni 1,79 juta ha.

"Salah satunya adalah di Suaka Margasatwa Muara Angke, dengan luas areal 25,02 hektare. Jadi semakin menunjukkan bahwa mangrove ini sangat penting untuk terus dilindungi, apalagi bagi kita terutama di perkotaan ini," jelas Ilman.

Baca juga: Antisipasi Perubahan Iklim, Jokowi: Rehabilitasi Mangrove Akan Terus Dilakukan

Sementara Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Mufti Ginanjar menambahkan, pelestarian dan penanaman mangrove merupakan upaya untuk mencegah pemanasan global yang berkaitan dengan perubahan iklim.

"Nah ini peran kita sebagai negara kepulauan, untuk merespons isu pemanasan global. Berkaitan juga dengan perubahan iklim. Karena juga kita sebagai negara Kepulauan itu sangat bergantung dengan kondisi mangrove," ungkapnya.

"Tentu peran Indonesia sangat penting dalam mitigasi perubahan iklim. Maka restorasi mangrove akan sangat berpengaruh terhadap iklim global," tambahnya.

Oase di Tengah Perkotaan


Menurut Mufti, Suaka Margasatwa Muara Angke ini seperti oase di tengah perkotaan. Walaupun luasan kecil, tentu akan berpengaruh terhadap sampah, polusi, mengurangi polutan, dan fungsinya diharapkan berjalan optimal.

"Ternyata di utara Jakarta, di sela-sela perumahan yang sangat padat, masih ada hutan mangrove. Juga merupakan habitat flora dan fauna, di mana ada enam jenis mangrove," jelasnya.

Karena itu menurutnya, pentingnya informasi dan penyadaran masyarakat agar tahu tentang fungsi besar mangrove ini bagi keseimbangan alam. Tentunya melalui media gathering, media yang memberikan informasi kepada publik.

"Fungsi suaka margasatwa ini bisa mengurangi banjir, karena aliran air dari rob atau banjir ini mengalir ke kawasan suaka margasatwa. Seandainya ini tidak ada mungkin banjir akan lebih luas. Suaka margasatwa ini sebagai penyaring alami dr laut ke darat seperti sampah," ucapnya.

Sedangkan YKAN, organisasi yang fokus terhadap lingkungan, mendukung pengelolaan lestari sumber daya pesisir dan perairan sangat memberikan perhatian lebih terhadap mangrove.

Direktur Komunikasi YKAN, Priscilla Christine mengungkapkan, bahwa mangrove yang akhir-akhir ini tengah menjadi pembicaraan publik, sudah waktunya menjadi isu utama untuk diperhatikan.

"Mangrove adalah ekosistem penting yang berperan sebagai benteng pertahanan alami dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Namun, ancaman konversi area mangrove, antara lain sebagai tempat permukiman dan tambak udang, terus merajalela," jelasnya.



"Oleh karena itu, pengelolaan wilayah pesisir yang terintegrasi untuk perlindungan dan restorasi ekosistem mangrove menjadi hal penting dilakukan, sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir dan ekosistemnya," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Miliki 23% Mangrove...
Miliki 23% Mangrove Dunia, Menhut Dorong Penguatan Kolaborasi Riset dan Inovasi
Restorasi Bakau Penting...
Restorasi Bakau Penting untuk Pemulihan Lingkungan Pesisir
Ketahanan Wilayah Pantai,...
Ketahanan Wilayah Pantai, PDASRH Perkuat Rehabilitasi Mangrove di Sumatera
Rakornas KKMD, Kemenhut...
Rakornas KKMD, Kemenhut Perkuat Kelembagaan Daerah untuk Rehabilitasi Mangrove
Menhut Tekankan Peran...
Menhut Tekankan Peran Mangrove bagi Ekologi dan Ekonomi Pesisir
Rehabilitasi Mangrove,...
Rehabilitasi Mangrove, Kemenhut Perkuat Kelembagaan dan Kemitraan Iklim
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
Rekomendasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved