Apjati: Test Swab PCR Pekerja Migran Indonesia dan Karantina Diberikan Secara Gratis
Rabu, 22 Juli 2020 - 22:56 WIB
loading...
Sekjen Apjati Kausar N Tanjung. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah negara menetapkan keharusan kebijakan Pre-Departure Covid-19 test bagi Warga Negara Asing (WNA) bagi PCR. PCR atau polymerase chain reaction adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.
Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona. “Kami sampaikan berita bagus bahwa tes Swab PCR bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Karantina diberikan secara gratis sejak dari daerah sampai berangkat ke luar negeri. Intinya, seluruh biaya itu akan dibebankan kepada majkan dan bukannya kepada PMI,” ujar Sekjen Apjati Kausar N Tanjung dalam rilisnya, Rabu (22/7/2020).
Menurut Kausar, adanya peningkatan kasus Covid-19 sejumlah negara, termasuk Hongkong, yang kemudian memberlakukan upaya pencegahan penyebaran imported cases. Pemerintah Hongkong mulai 25 Juli 2020 akan menerapkan kebijakan Pre-Departure Covid-19 test bagi Warga Negara Asing (WNA) yang memasuki wilayahnya dengan sejumlah kriteria.
Pertama, melakukan tes Covid-19 (SARS-CoV-2 nucleic acid test) di negara asal dengan masa berlaku tidak lebih dari 72 jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat (schedule time of departure). (Baca juga: Diduga Lakukan TPPO, BP2MI Laporkan Dua Perusahaan ke Bareskrim Polri)
Kedua, tes dilakukan di laboratorium atau institusi kesehatan yang telah diakui atau disertifikasi oleh pemerintah negara asalnya. Ketiga, membawa dan menunjukkan surat/ sertifikat hasil tes Covid-19 tsb dengan hasil negatif Covid-19, dalam format berbahasa Inggris atau China.
Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona. “Kami sampaikan berita bagus bahwa tes Swab PCR bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Karantina diberikan secara gratis sejak dari daerah sampai berangkat ke luar negeri. Intinya, seluruh biaya itu akan dibebankan kepada majkan dan bukannya kepada PMI,” ujar Sekjen Apjati Kausar N Tanjung dalam rilisnya, Rabu (22/7/2020).
Menurut Kausar, adanya peningkatan kasus Covid-19 sejumlah negara, termasuk Hongkong, yang kemudian memberlakukan upaya pencegahan penyebaran imported cases. Pemerintah Hongkong mulai 25 Juli 2020 akan menerapkan kebijakan Pre-Departure Covid-19 test bagi Warga Negara Asing (WNA) yang memasuki wilayahnya dengan sejumlah kriteria.
Pertama, melakukan tes Covid-19 (SARS-CoV-2 nucleic acid test) di negara asal dengan masa berlaku tidak lebih dari 72 jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat (schedule time of departure). (Baca juga: Diduga Lakukan TPPO, BP2MI Laporkan Dua Perusahaan ke Bareskrim Polri)
Kedua, tes dilakukan di laboratorium atau institusi kesehatan yang telah diakui atau disertifikasi oleh pemerintah negara asalnya. Ketiga, membawa dan menunjukkan surat/ sertifikat hasil tes Covid-19 tsb dengan hasil negatif Covid-19, dalam format berbahasa Inggris atau China.
Lihat Juga :