Pilkada saat Pandemi, Mardani: Harus Tanggung Jawab Sampai ke Akhirat

Rabu, 22 Juli 2020 - 18:04 WIB
loading...
Pilkada saat Pandemi,...
Warga memasukkan contoh surat suara ke kotak suara saat mengikuti simulasi pemungutan suara pemilihan serentak 2020 di Jakarta, Rabu (22/7/2020). FOTO/SINDOnews/EKO PURWANTO
A A A
JAKARTA - Penyelenggaraan Pilkada 2020 di tengah pandemi COVID-19 diputuskan dengan berbagai pertimbangan yang sulit dan dengan risiko cukup berat. Karena itu, Komisi II DPR sebagai pihak yang memutuskan pilkada itu bersama dengan pemerintah dan penyelenggara pemilu akan bertanggung jawab dan mengawasi bahwa pilkada ini tidak menjadi klaster baru penyebaran COVID-19.

"Pertama, kami ingat karena keputusnnya dilakukan tiga pihak bersama pemerintah yang diwakili Mendagri dan penyelenggara pemilu, tidak mudah kami mengambil keputusan pilkada 9 Desember. Sebenarnya ada tiga opsi tapi kami sesuai kerangka kerja dan jawaban Pak Doni (Ketua Gugus Tugas COVID-19), apakah ada kasus COVID di Maret atau September 2021, tidak ada kepastian COVID tidak ada di Maret atau September," kata Anggota Komisi II DPR Mardani dalam diskusi Fokus SINDO yang bertajuk "Kampanye di Masa Pandemi" secara virtual, Rabu (22/7/2020).

Mardani melanjutkan, kalau pilkada ditunda, maka akan ada pelaksana tugas (plt) kepala daerah massal karena banyak kepala daerah yang masa jabatannya habis pada Januari 2021. Mendagri pun menyatakan keberatan jika 270 daerah semuanya Plt dan ini berbahaya bagi demokrasi.(Baca juga: Pilkada Humbahas, Perindo Dukung Calon Petahana Dosmar-Oloan )

Sehingga, DPR, pemerintah dan penyelenggara pemilu mendalami berbagai mitigasi risiko hingga akhirnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2/2020 disahkan kemarin. Serta dibuatnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) agar protokol kesehatan diterapkan.

"Komisi II akan jaga betul-betul awasi dan jaga, supaya tidak ada klaster baru akibat pilkada Desember 2020," ujarnya.

Karena itu, politikus PKS ini menuturkan bahwa imbasnya adalah kebutuhan anggaran yang agak besar. Untuk itu, Komisi II DPR agak keras, termasuk dirinya sendiri secara pribadi mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu) guna memastikan anggaran itu lancar. Karena, keputusan pilkada ini diambil dengan pertimbangan yang sangat berat.(Baca juga: KPU Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pilkada Serentak 2020 )

"Pengambilan keputusannya berat, harus tanggung jawab sampai ke akhirat. Nanti jadi klaster baru karena pilkada, takut saya. Kalau ada yang meninggal karena pilkada, kita tanggung jawab. Karena itu kita pastikan 2 hal, menkeu pastikan penambahan anggaran jalan, Mendagri pastikan NPHD jalan. Alhamdulillah sudah mulai ngalir, kita pastikan pengawasan Bawaslu berjalan efektif untuk kualitas pilkada tetap berjalan," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Terima Kunjungan Komisi...
Terima Kunjungan Komisi II DPR, Bupati Sambas Satono Dorong Otonomi Daerah Perbatasan
Demo Rusuh Guncang Georgia,...
Demo Rusuh Guncang Georgia, Massa Serbu Istana Presiden
Komisi II DPR Setujui...
Komisi II DPR Setujui Anggaran 2026, Kemendagri Rp7,8 Triliun dan ATR/BPN Rp9,49 Triliun
Rekomendasi
Prancis vs Inggris:...
Prancis vs Inggris: Laga Penutup Didier Deschamps
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
Berita Terkini
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Don Ritto Gunakan Rumah...
Don Ritto Gunakan Rumah Febrie Adriansyah di Sentul untuk Operasional Yayasan
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Ditahan, Kuasa Hukum: Sudah Mengundurkan Diri, Artinya Kooperatif
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved