alexametrics

Ini Kerugian Negara Terkait Proyek Hambalang

loading...
Ini Kerugian Negara Terkait Proyek Hambalang
Gedung Asrama Putra di Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di Desa Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Sindonews/Susanto)
A+ A-
JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap total kerugian negara akibat mangkraknya proyek‎ Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Jawa Barat.

Kepala BPK Harry Azhar menyebutkan, dari hasil audit investigasi yang dilakukan pihaknya menyebutkan bahwa pada 2012 total kerugian yang dialami negara sekitar Rp243 miliar. ‎Kemudian, pada 2013 total kerugian meningkat menjadi Rp463 miliar.

"‎Pada 2012 (kerugian) Rp243 miliar, audit investigasi lagi 2013 Rp463 miliar," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/3/2016).



Tak hanya itu, sambung Harry, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyampaikan telah terjadi pembayaran lebih (mark-up) sebesar Rp541 miliar.

Lebih dari itu, izin mendirikan bangunan (IMB) yang dikantongi pun belum komplet. Dari enam lantai yang terbangun, hanya ada IMB untuk tiga lantai. "Persoalan lain lagi, termasuk Menteri PU bisa saja diperlukan persyaratan teknis bangun enam lantai, izin dikeluarkan tapi studi lebih rinci diharapkan," katanya.

Persoalan proyek P3SON Hambalang kembali mencuat ke publik pasca Presiden Jokowi mendatangi lolasi proyek pada 18 Maret 2016. Kondisi proyek telah membuat prihatin Jokowi. Sedih melihat aset negara di proyek Hambalang mangkrak. Penuh alang-alang. Harus diselamatkan -Jkw," tulis Jokowi melalui akun Twitternya, @jokowi, 18 Maret 2016.

Proyek itu mangkrak pasca ditemukan adanya penyimpangan dalam pelaksanaannya. Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan adanya korupsi dalam proyek pembangunan proyek yang dibangun di atas lahan 32 hektare itu.

Kasus yang kemudian disebut korupsi Hambalang itu menjerat dua elite Demokrat, yakni Andi Alfian Malarangeng yang saat itu menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Anas Urbaningrum, Ketua Umum Demokrat saat itu.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak