Kisruh Partai Berkarya, Milenial Tak Kenal dengan Orde Baru
Rabu, 22 Juli 2020 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Usep mengatakan, pemilih Indonesia yang kini didominasi usia muda tidak lagi memandang ketokohan sebagai pertimbangan utama dalam memilih. Narasi-narasi yang digaungkan tokoh Partai Berkarya, kata Usep, tidak menarik simpati anak muda.
"Anak muda sudah bosan dengan tokoh politik lama yang jargon politiknya seperti omong kosong belaka, sementara dari sisi programatik partai itu tidak ada. Orang akan memilih berdasarkan reputasi. Orang yang tak berprestasi mau pimpin partai baru, kemudian berkuasa, ya tidak bisa," ucap Usep.
Lebih lanjut Usep menilai, Berkarya yang dideklarasikan pada 2016 lalu telah kehilangan momentum untuk berkembang. Sebabnya, kata Usep, partai-partai lama yang ada di Indonesia kini semakin eksis dan matang.
Selain itu, persepsi masyarakat yang menyimpulkan bahwa partai politik itu seragam. "Terlebih secara ideologi tidak ada pembeda antara partai baru dengan partai lama. Partai Berkarya tidak memiliki diferensiasi yang jelas dengan partai lainnya," kata Usep.
"Anak muda sudah bosan dengan tokoh politik lama yang jargon politiknya seperti omong kosong belaka, sementara dari sisi programatik partai itu tidak ada. Orang akan memilih berdasarkan reputasi. Orang yang tak berprestasi mau pimpin partai baru, kemudian berkuasa, ya tidak bisa," ucap Usep.
Lebih lanjut Usep menilai, Berkarya yang dideklarasikan pada 2016 lalu telah kehilangan momentum untuk berkembang. Sebabnya, kata Usep, partai-partai lama yang ada di Indonesia kini semakin eksis dan matang.
Selain itu, persepsi masyarakat yang menyimpulkan bahwa partai politik itu seragam. "Terlebih secara ideologi tidak ada pembeda antara partai baru dengan partai lama. Partai Berkarya tidak memiliki diferensiasi yang jelas dengan partai lainnya," kata Usep.
(maf)
Lihat Juga :