Capres Diminta Berikan Pendidikan Politik yang Baik ke Masyarakat
Selasa, 09 Mei 2023 - 13:31 WIB
loading...
Anggota DPD Abdul Kholik berharap para capres 2024 memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. FOTO/DOK.DPD
A
A
A
JAKARTA - Kandidat calon presiden ( capres) 2024 diminta memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Kontestasi politik lima tahunan itu harus jadi ajang adu gagasan para tokoh politik, terutama para kontestan.
Anggota DPD Abdul Kholik melihat sejauh ini sosialisasi bakal capres masih dalam tataran positif. Hal tersebut bermanfaat sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat.
"Sejauh ini sosialisasi capres masih dalam tataran positif dan menjadi sarana pendidikan politik bagi masyarakat. Bersyukur para kandidat, figur-figur yang ada saat ini memiliki kapabilitas memimpin bangsa. Tampak dalam berinteraksi dengan masyarakat menawarkan gagasan-gagasan untuk mengatasi persoalan bangsa dan tantangan ke depan," ujar Abdul Kholik, Senin (8/5/2023).
Dia berharap sosialisasi para tokoh politik membuat masyarakat mulai bisa mengenali visi misi, dan yang paling penting kenegarawanan. "Sebab presiden bukan hanya kepala pemerintahan tetapi juga kepala negara. Harus mengayomi semua. Tidak boleh memiliki kecenderungan pada pihak tertentu saja," tutur pria asal Cilacap, Jawa Tengah ini.
Dia pun berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan ruang secukupnya pada para kandidat capres untuk menyapa warga. "Rambu-rambu tetap diperlukan untuk menjaga agar tetap dalam koridor fairness," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin beberapa waktu lalu mengatakan pengalaman mengajarkan, momen pelaksanaan pemilu merupakan saat di mana persatuan bangsa diuji. Masyarakat berpotensi terpolarisasi akibat panasnya tensi politik.
Anggota DPD Abdul Kholik melihat sejauh ini sosialisasi bakal capres masih dalam tataran positif. Hal tersebut bermanfaat sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat.
"Sejauh ini sosialisasi capres masih dalam tataran positif dan menjadi sarana pendidikan politik bagi masyarakat. Bersyukur para kandidat, figur-figur yang ada saat ini memiliki kapabilitas memimpin bangsa. Tampak dalam berinteraksi dengan masyarakat menawarkan gagasan-gagasan untuk mengatasi persoalan bangsa dan tantangan ke depan," ujar Abdul Kholik, Senin (8/5/2023).
Dia berharap sosialisasi para tokoh politik membuat masyarakat mulai bisa mengenali visi misi, dan yang paling penting kenegarawanan. "Sebab presiden bukan hanya kepala pemerintahan tetapi juga kepala negara. Harus mengayomi semua. Tidak boleh memiliki kecenderungan pada pihak tertentu saja," tutur pria asal Cilacap, Jawa Tengah ini.
Dia pun berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan ruang secukupnya pada para kandidat capres untuk menyapa warga. "Rambu-rambu tetap diperlukan untuk menjaga agar tetap dalam koridor fairness," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin beberapa waktu lalu mengatakan pengalaman mengajarkan, momen pelaksanaan pemilu merupakan saat di mana persatuan bangsa diuji. Masyarakat berpotensi terpolarisasi akibat panasnya tensi politik.
Lihat Juga :