Masyarakat Diimbau Jangan Percaya Hoaks Data Pemilu 2024 Bocor
Senin, 08 Mei 2023 - 21:46 WIB
loading...
A
A
A
"Seolah-olah pemerintah sudah mengatur pemenang sehingga harus dilawan. Ini tujuannya. Tentu kita yang waras harus memberikan penjelasan bahwa rekapitulasi perhitungan suara itu berjenjang dari TPS di setiap RT sampai ke KPU pusat yang dihadiri dan dikoreksi saksi yang juga memegang hasil perhitungan suara dari TPS," imbuhnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, setiap orang bahkan setiap partai politik memiliki data suara itu. "Sehingga bisa disandingkan dengan data suara dari KPU," pungkasnya yang juga sebagai juru bicara Partai Garuda ini.
Diketahui sebelumnya, Bareskrim Polri memburu pelaku penyebaran hoaks kebocoran data Pemilu 2024 . Informasi tersebut beredar luas atau viral di media sosial.
Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait leabsahan video tersebut. Bareskrim bersama KPU sedang mencari pemilik akun yang menyebar video hoaks tersebut.
"Kita juga sudah koordinasi dengan KPU untuk nanti melakukan profilling terhadap siapa yang meng-upload pertama kali kebocoran data tersebut," kata Adi saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Senin (1/5/2023).
Lebih lanjut dia mengatakan, setiap orang bahkan setiap partai politik memiliki data suara itu. "Sehingga bisa disandingkan dengan data suara dari KPU," pungkasnya yang juga sebagai juru bicara Partai Garuda ini.
Diketahui sebelumnya, Bareskrim Polri memburu pelaku penyebaran hoaks kebocoran data Pemilu 2024 . Informasi tersebut beredar luas atau viral di media sosial.
Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait leabsahan video tersebut. Bareskrim bersama KPU sedang mencari pemilik akun yang menyebar video hoaks tersebut.
"Kita juga sudah koordinasi dengan KPU untuk nanti melakukan profilling terhadap siapa yang meng-upload pertama kali kebocoran data tersebut," kata Adi saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Senin (1/5/2023).
(rca)
Lihat Juga :