Segera Atasi Defisit Pangan
Rabu, 29 April 2020 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Bulog membeli beras dengan harga menguntungkan petani itu sangat diperlukan agar ke depan petani lebih semangat bercocok tanam. “Ini merupakan bagian dari insentif untuk petani. Selain, tentu saja, petani membutuhkan subsidi pupuk, benih maupun sarana produksi lainnya,” kata anggota Dewan dari Dapil Jatim II ini.
Kementan memperkirakan panen raya pada April 2020 ini mencakup areal sawah seluas 1,73 juta hektare (ha) secara nasional. Hasilnya, sekitar 5,27 juta ton setara beras. “Panen raya akan berlangsung sampai Mei. Panen bulan Mei itu cakupannya 1,38 juta ha dengan produksi beras 3,81 juta ton. Tugas pemerintah ialah menjaga stabilitas harga,” kata Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi, saat video conference dengan wartawan di Jakarta kemarin.
Perum Bulog tahun ini merencanakan penyerapan beras petani untuk cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 950.000 ton. Sebanyak 61% dari target penyerapan tersebut direncanakan dilakukan sepanjang masa panen raya April-Juni 2020.
“Target pengadaan tersebut ditujukan untuk menjaga agar stok cadangan beras pemerintah tetap berada pada rentang 1-1,5 juta ton,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam rapat bersama Komisi IV DPR, Kamis (9/4).
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menilai bahwa pemanfaatan lahan kosong untuk bertanam merupakan salah satu antisipasi jitu untuk mengatasi krisis pangan di masa pandemi Covid-19. Untuk itu, BPIP mengajak masyarakat untuk dapat melakukan gerakan menanam.
“Sampai saat ini dunia belum menemukan vaksin virus corona. Situasi ketidakpastian global akan memengaruhi kehidupan ekonomi kita, maka perlu antisipasi untuk mengatasi krisis ekonomi, termasuk krisis pangan,” kata Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo dalam keterangannya kemarin.
Pesawat Beroperasi untuk Sembako
Presiden Jokowi memperimbangkan untuk memperbolehkan pesawat penumpang beroperasi di saat pandemi Covid-19. Hal ini demi kelancaran distribusi sembako memalui kargo pesawat. Namun, dia mengakui bahwa sulit bagi pesawat jika hanya mengangkut sembako tanpa penumpang.
“Karena sebetulnya kargo itu mengikuti pesawat yang berpenumpang. Ini tolong betul-betul kita exercise sehingga jangan sampai distribusi bahan pokok, bahan-bahan yang penting itu, terganggu karena, sekali lagi, kita adalah negara kepulauan,” katanya saat membuka rapat terbatas di Jakarta kemarin.
Jokowi menekankan perlunya kajian mengenai pengoperasian pesawat itu mengingat sejak pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) beberapa daerah mulai terganggu distribusi bahan pokoknya. “Saya akan cek terus ini karena dengan penerapan PSBB di beberapa provinsi, beberapa kabupaten/kota, memang saya mendengar ada satu sampai dua yang sudah mulai terganggu. Terutama yang berkaitan dengan transportasi pesawat,” ungkapnya.
Dia lantas meminta jajarannya agar distribusi bahan pokok berjalan baik selama Covid-19, terutama distribusi dari daerah surplus pangan ke daerah yang defisiti pangan. ”Oleh sebab itu, transportasi distribusi pangan antarprovinsi, antarwilayah, antarpulau tidak boleh terganggu,” katanya. (Dita Angga/Abdul Rochim/Sudarsono/Kiswondari)
Kementan memperkirakan panen raya pada April 2020 ini mencakup areal sawah seluas 1,73 juta hektare (ha) secara nasional. Hasilnya, sekitar 5,27 juta ton setara beras. “Panen raya akan berlangsung sampai Mei. Panen bulan Mei itu cakupannya 1,38 juta ha dengan produksi beras 3,81 juta ton. Tugas pemerintah ialah menjaga stabilitas harga,” kata Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi, saat video conference dengan wartawan di Jakarta kemarin.
Perum Bulog tahun ini merencanakan penyerapan beras petani untuk cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 950.000 ton. Sebanyak 61% dari target penyerapan tersebut direncanakan dilakukan sepanjang masa panen raya April-Juni 2020.
“Target pengadaan tersebut ditujukan untuk menjaga agar stok cadangan beras pemerintah tetap berada pada rentang 1-1,5 juta ton,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam rapat bersama Komisi IV DPR, Kamis (9/4).
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menilai bahwa pemanfaatan lahan kosong untuk bertanam merupakan salah satu antisipasi jitu untuk mengatasi krisis pangan di masa pandemi Covid-19. Untuk itu, BPIP mengajak masyarakat untuk dapat melakukan gerakan menanam.
“Sampai saat ini dunia belum menemukan vaksin virus corona. Situasi ketidakpastian global akan memengaruhi kehidupan ekonomi kita, maka perlu antisipasi untuk mengatasi krisis ekonomi, termasuk krisis pangan,” kata Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo dalam keterangannya kemarin.
Pesawat Beroperasi untuk Sembako
Presiden Jokowi memperimbangkan untuk memperbolehkan pesawat penumpang beroperasi di saat pandemi Covid-19. Hal ini demi kelancaran distribusi sembako memalui kargo pesawat. Namun, dia mengakui bahwa sulit bagi pesawat jika hanya mengangkut sembako tanpa penumpang.
“Karena sebetulnya kargo itu mengikuti pesawat yang berpenumpang. Ini tolong betul-betul kita exercise sehingga jangan sampai distribusi bahan pokok, bahan-bahan yang penting itu, terganggu karena, sekali lagi, kita adalah negara kepulauan,” katanya saat membuka rapat terbatas di Jakarta kemarin.
Jokowi menekankan perlunya kajian mengenai pengoperasian pesawat itu mengingat sejak pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) beberapa daerah mulai terganggu distribusi bahan pokoknya. “Saya akan cek terus ini karena dengan penerapan PSBB di beberapa provinsi, beberapa kabupaten/kota, memang saya mendengar ada satu sampai dua yang sudah mulai terganggu. Terutama yang berkaitan dengan transportasi pesawat,” ungkapnya.
Dia lantas meminta jajarannya agar distribusi bahan pokok berjalan baik selama Covid-19, terutama distribusi dari daerah surplus pangan ke daerah yang defisiti pangan. ”Oleh sebab itu, transportasi distribusi pangan antarprovinsi, antarwilayah, antarpulau tidak boleh terganggu,” katanya. (Dita Angga/Abdul Rochim/Sudarsono/Kiswondari)
(ysw)
Lihat Juga :