Segera Atasi Defisit Pangan

Rabu, 29 April 2020 - 06:13 WIB
loading...
A A A
"Harga gula akan diarahkan turun dalam beberapa hari ke depan dengan memotong mata rantai distribusi yang memang panjang. Jadi, hal-hal tersebut sudah kita sepakati baik antara produsen dan sebagian distributor. Ditambah juga tim-tim yang memonitor ini untuk memantau apa yang telah disepakati," ujarnya di Jakarta kemarin.

Agus menandaskan, pelelangan tidak boleh melebihi HET di konsumen. Dia mengimbau para produsen yang sudah menerima penugasan agar langsung melepas gula ke ritel modern dan bekerja sama dengan distributornya, sekaligus mengakomodasi pasar tradisional.

"Maka supaya ritel bisa dipasok sesegera mungkin, termasuk yang di luar penugasan dan memang impor telah dilakukan, serta realisasinya telah masuk ini, agar didistribusikan dengan mengacu HET," katanya.

Mendag juga meminta produsen memanfaatkan sarana yang tersedia seperti tol laut agar bisa mengurangi biaya dan menghindari distorsi pengiriman barang. "Sekali lagi, penyesuaian harga ini, dengan harga yang tinggi ini kita harus melakukan pengawasan. Para produsen agar menepati apa yang telah disepakati," desaknya.

Sejumlah anggota DPR meminta pemerintah mengatasi defisit pangan. Misalnya, anggota Komisi VI DPR Achmad Baidowi meminta Kementerian Perdagangan dan BUMN pangan memastikan stok pangan dan harganya terjangkau.

"Saat ini Indonesia, selain karena wabah Covid-19, juga memasuki Lebaran, yang berarti kebutuhan melonjak, sementara keran impor pangan tersumbat gara-gara banyak negara lockdown. Karena itu, kita harus memaksimalkan swasembada pangan dalam negeri serta melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga," tutur politikus PPP ini.

Anggota Komisi IV DPR Faridah Hidayati mengungkapkan rasa herannya jika Jokowi menyebut ada kelangkaan bahan pangan. Sebab, dalam beberapa kali rapat Komisi IV dengan Kementan disebutkan bahwa stok bahan pangan masih cukup, minimal hingga Juni 2020 mendatang.

"Kita tanyakan juga kalau corona ini panjang, langkah berikutnya seperti apa? Tapi selalu dibilang aman-aman terus. Bagaimana dengan produksi, sedangkan anggaran produksi ini dikurangi? Maka, harapan saya dengan kelangkaan ini para petani ini di-support anggarannya oleh Kementan. Petani-petani ini juga butuh bagaimana produksi pangan ini lebih pesat dengan alat-alat produksi yang lebih tepat guna," katanya.

Dia lantas menyayangkan pemangkasan anggaran di Kementan Rp3,6 triliun dari sebelumnya Rp21 triliun menjadi Rp17,4 triliun. Padahal, sektor pertanian justru harus mendapatkan perhatian untuk menjaga ketersediaan pangan. ”Karena itu, Presiden Jokowi hendaknya mengubah kebijakannya, bukan dengan memangkas anggaran di sektor pertanian, namun justru ditambah,’’ desaknya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin mengungkapkan bahwa saat ini di Pulau Jawa sedang panen raya padi. Karena itu, pemerintah, melalui Bulog, bisa membeli gabah maupun beras yang dihasilkan petani di pulau ini.

”Karena ini dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional, maka pemerintah harus mengalokasikan anggaran khusus untuk mengamankan ketahanan pangan. Dana khusus tersebut selanjutnya diberikan ke Perum Bulog untuk membeli gabah/beras petani dengan harga yang menguntungkan petani,’’ katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buruh Dapat Sembako...
Buruh Dapat Sembako di May Day 2026, Andi Gani: Tak Ada dari Oligarki dan APBN yang Dipakai
Prabowo Salurkan Ribuan...
Prabowo Salurkan Ribuan Sembako untuk Warga di Medan saat Malam Takbiran
Jelang Ramadan, Sarifah...
Jelang Ramadan, Sarifah Harap Kenaikan Harga Sembako Jangan Jadi Beban Rutin Masyarakat
Munas ke-XI, MUI Terbitkan...
Munas ke-XI, MUI Terbitkan Fatwa Sembako Tak Boleh Dikenakan Pajak
Satgas Pangan Sita Minyakita...
Satgas Pangan Sita Minyakita Tidak Sesuai Takaran dari 3 Produsen
Pendukung Bebas-Siti...
Pendukung Bebas-Siti di Polman Kembalikan Sembako Rival Politik
Partai Perindo Hadirkan...
Partai Perindo Hadirkan Sembako Murah melalui Program Warung Kita
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Menebar Kasih di Hari...
Menebar Kasih di Hari Raya Waisak 2026, BRI Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako bagi Umat Buddha
Rekomendasi
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Berita Terkini
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Perludem Usulkan MMP,...
Perludem Usulkan MMP, Partai Perindo Sebut Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu
Kepala BGN Sudaryono:...
Kepala BGN Sudaryono: Kami Bukan Superman, Siap Terima Masukan
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved