Airlangga Beberkan Pertemuan dengan Cak Imin Akan Bahas Koalisi Besar
Rabu, 03 Mei 2023 - 13:04 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (10/2/2023). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengakui akan adanya pembahasan mengenai Pilpres 2024 dalam halalbihalal dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) pada Rabu (3/5/2023) siang ini. Pertemuan itu akan membahas mengenai koalisi besar.
"Soal Pertemuan Golkar PKB tunggu di Plataran (Senayan Jakarta)," kata Airlangga Hartarto kepada awak media di Istana Kepresidenan, Rabu (3/5/2023).
Menurut Airlangga, pertemuan tersebut sebenarnya jang silahturahmi usai Hari Raya Idulfitri. Namun ia tidak memungkiri akan ada pembicaraan terkait koalisi.
"Kita bicara koalisi besar, ada KIB, KKIR, ada yang lain juga. Merger, ada yang lain juga, kan masih bahas teknis," ujarnya.
Terkait hal yang mengganjal koalisi besar terwujud, Airlangga menganalogikan sepeda sebuah perusahaan yang hendak masuk ke pasar bursa.
"Seperti perusahaan mau IPO, syaratnya banyak, harus pajaknya clearance, harus punya dana, baru bisa listing. Sebelum itu nggak bisa listing, baru masuk bursa. (Terkait siapa yang fix bergabung) Kita lihat nanti," kata Airlangga Hartarto.
"Soal Pertemuan Golkar PKB tunggu di Plataran (Senayan Jakarta)," kata Airlangga Hartarto kepada awak media di Istana Kepresidenan, Rabu (3/5/2023).
Menurut Airlangga, pertemuan tersebut sebenarnya jang silahturahmi usai Hari Raya Idulfitri. Namun ia tidak memungkiri akan ada pembicaraan terkait koalisi.
"Kita bicara koalisi besar, ada KIB, KKIR, ada yang lain juga. Merger, ada yang lain juga, kan masih bahas teknis," ujarnya.
Terkait hal yang mengganjal koalisi besar terwujud, Airlangga menganalogikan sepeda sebuah perusahaan yang hendak masuk ke pasar bursa.
"Seperti perusahaan mau IPO, syaratnya banyak, harus pajaknya clearance, harus punya dana, baru bisa listing. Sebelum itu nggak bisa listing, baru masuk bursa. (Terkait siapa yang fix bergabung) Kita lihat nanti," kata Airlangga Hartarto.
Lihat Juga :