Bareskrim Sebut Pernyataan Andi Pangerang untuk Menimbulkan Kebencian dan Permusuhan
Senin, 01 Mei 2023 - 15:08 WIB
loading...
Bareskrim Polri menyebut postingan peneliti BRIN Andi Pangerang Hasanuddin ditujukkan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membeberkan modus peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin menyebarkan ujaran kebencian bernada ancaman kepada warga Muhammadiyah di media sosial.
Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengungkapkan, awalnya Andi Pangerang mengomentari salah satu postingan Thomas Djamaluddin di Facebook. Dalam postingannya, lanjut Vivid, Andi Pangerang menuliskan kalimat “perlu saya halalkan ga nih darahnya semua Muhammadiyah”. Andi juga menuding Muhammadiyah disusupi organisasi kemasyarakatan (ormas) terlarang.
“Dengan menuliskan kalimat 'perlu saya halalkan ga nih darahnya semua Muhammadiyah. Apalagi, Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global,” kata Vivid saat konferensi pers di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/5/2023).
Tak lama berselang, kata Adi, postingan Andi semakin mengarah ke ujaran kebencian hingga mengancam keselamatan warga Muhammadiyah. "Banyak bacot memang, sini saya bunuh kalian satu per satu” tutur Vivid membacakan postingan Andi.
Baca juga: Ditetapkan Jadi Tersangka, Peneliti BRIN AP Hasanuddin Ditahan
Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengungkapkan, awalnya Andi Pangerang mengomentari salah satu postingan Thomas Djamaluddin di Facebook. Dalam postingannya, lanjut Vivid, Andi Pangerang menuliskan kalimat “perlu saya halalkan ga nih darahnya semua Muhammadiyah”. Andi juga menuding Muhammadiyah disusupi organisasi kemasyarakatan (ormas) terlarang.
“Dengan menuliskan kalimat 'perlu saya halalkan ga nih darahnya semua Muhammadiyah. Apalagi, Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global,” kata Vivid saat konferensi pers di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/5/2023).
Tak lama berselang, kata Adi, postingan Andi semakin mengarah ke ujaran kebencian hingga mengancam keselamatan warga Muhammadiyah. "Banyak bacot memang, sini saya bunuh kalian satu per satu” tutur Vivid membacakan postingan Andi.
Baca juga: Ditetapkan Jadi Tersangka, Peneliti BRIN AP Hasanuddin Ditahan
Lihat Juga :