Mobil Pelat B Mendominasi Kepadatan di Jalur Lingkar Gentong
Selasa, 25 April 2023 - 09:22 WIB
loading...
Tampak kemacetan di jalur lingkar Gentong yang didominasi kendaraan pelat B menuju Jakarta. Foto: MPI/Carlos
A
A
A
TASIKMALAYA - Mobil dengan nomor pelat kendaraan Jabodetabek atau B mendominasi perlintasan di jalur Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada arus balik Idulfitri 1444 Hijriah, Selasa (25/4/2023) pagi. Menurut hasil pengamatan di Pos Polisi Lingkar Gentong, kepadatan mulai terjadi pada pukul 08.00 WIB dari arah Jawa Tengah menuju ke arah Jakarta.
Kebanyakan dari pengemudi mobil tersebut membuka kaca jendelanya sembari mematikan pendingin udara (AC) agar mobil yang mereka gunakan semakin bertenaga dalam melahap tanjakan di jalur Lingkar Gentong. Baca juga: Hilang Kendali, Bus Pariwisata Masuk Jurang di Gentong Tasikmalaya
Selain itu, sejumlah pemudik yang hendak kembali ke Jakarta pascabersilahturahmi dengan sanak keluarga semakin banyak melintas di Tanjakan Gentong.
Salah seorang pemudik, Ujang (43), mengatakan, dirinya hendak kembali ke Tangerang. Ia mengaku baru kembali setelah bersilahturahmi di rumah orang tuanya di Banjar bersama anak dan keluarganya.
Sembari menyeruput kopi hitam di warung pinggir jalan Tanjakan Gentong, Ujang mengatakan, selama perjalanan di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya kondisi lalu lintas terbilang agak tersendat.
"Biasa di persimpangan atau putaran arah melambat, selebihnya bisa lari 40-60 kilometer per jam," cerita Ujang.
Tak sampai di situ, karena barang bawaan oleh-oleh untuk kerabat di Tangerang cukup banyak, maka beberapa ditaruh di dek depan motor matiknya.
Kebanyakan dari pengemudi mobil tersebut membuka kaca jendelanya sembari mematikan pendingin udara (AC) agar mobil yang mereka gunakan semakin bertenaga dalam melahap tanjakan di jalur Lingkar Gentong. Baca juga: Hilang Kendali, Bus Pariwisata Masuk Jurang di Gentong Tasikmalaya
Selain itu, sejumlah pemudik yang hendak kembali ke Jakarta pascabersilahturahmi dengan sanak keluarga semakin banyak melintas di Tanjakan Gentong.
Salah seorang pemudik, Ujang (43), mengatakan, dirinya hendak kembali ke Tangerang. Ia mengaku baru kembali setelah bersilahturahmi di rumah orang tuanya di Banjar bersama anak dan keluarganya.
Sembari menyeruput kopi hitam di warung pinggir jalan Tanjakan Gentong, Ujang mengatakan, selama perjalanan di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya kondisi lalu lintas terbilang agak tersendat.
"Biasa di persimpangan atau putaran arah melambat, selebihnya bisa lari 40-60 kilometer per jam," cerita Ujang.
Tak sampai di situ, karena barang bawaan oleh-oleh untuk kerabat di Tangerang cukup banyak, maka beberapa ditaruh di dek depan motor matiknya.
Lihat Juga :