Airlangga Lepas Mudik Gratis Bareng Golkar ke Jateng, Yogya, hingga Bengkulu
Rabu, 12 April 2023 - 11:43 WIB
loading...
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto melepas 10 bus mudik gratis dari Kantor DPP Golkar di Jalan Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (12/4/2023). FOTO/MPI/CARLOS ROY FAJARTA
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto melepas 10 bus mudik gratis dari Kantor DPP Golkar di Jalan Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (12/4/2023). Sepuluh bus itu mengantarkan 400 pemudik ke kampung halamannya.
Airlangga menuturkan, tradisi mudik bersama rakyat merupakan sebuah program tahunan yang sejalan dengan visi misi Partai Golkar.
"Kami berterima kasih kepada Poksi 5 yang sudah menyiapkan secara baik dalam acara pelepasan gelombang pertama," ujar Airlangga dalam sambutan pelepasan mudik gratis Partai Golkar.
Baca juga: HT dan Airlangga Bahas Isu Strategis Jelang Pemilu 2024
Menurut Airlangga, budaya lebaran adalah tradisi yang baik. Idiom-idiom Islam diterjemahkan secara kreatif dan cerdas dalam budaya.
"Silaturahim dan halal bi halal tentunya saling memaafkan antara orang tua, suami, istri, teman, tetanga, atasan, dan bawahan dan mitra bisnis," tuturnya.
Saling bermaaf-maafan, kata Airlangga, akan terjadi antarkelompok baik petani, murid, guru, nelayan termasuk politisi. Dengan begitu terjadi hubungan yang harmonis dalam kelompok-kelompok masyarakat.
Airlangga menuturkan, tradisi mudik bersama rakyat merupakan sebuah program tahunan yang sejalan dengan visi misi Partai Golkar.
"Kami berterima kasih kepada Poksi 5 yang sudah menyiapkan secara baik dalam acara pelepasan gelombang pertama," ujar Airlangga dalam sambutan pelepasan mudik gratis Partai Golkar.
Baca juga: HT dan Airlangga Bahas Isu Strategis Jelang Pemilu 2024
Menurut Airlangga, budaya lebaran adalah tradisi yang baik. Idiom-idiom Islam diterjemahkan secara kreatif dan cerdas dalam budaya.
"Silaturahim dan halal bi halal tentunya saling memaafkan antara orang tua, suami, istri, teman, tetanga, atasan, dan bawahan dan mitra bisnis," tuturnya.
Saling bermaaf-maafan, kata Airlangga, akan terjadi antarkelompok baik petani, murid, guru, nelayan termasuk politisi. Dengan begitu terjadi hubungan yang harmonis dalam kelompok-kelompok masyarakat.
Lihat Juga :