Dukun Keji dan Kurangnya Literasi Keuangan

Senin, 10 April 2023 - 14:22 WIB
loading...
A A A
Kedua, kurangnya literasi terhadap bahaya penipuan berkedok penggandaan uang. Masyarakat ingin cepat kaya namun dengan cara mengambil jalan pintas. Mereka cenderung percaya hal-hal mistis yang dilakukan ‘orang pintar’. Literasi yang rendah membuat masyarakat gampang terbujuk mendatangi dukun atau sejenisnya yang mengaku bisa menggandakan uang.

Ketiga, kurangnya pengawasan dari masyarakat sekitar. Sangat disayangkan praktik sadis Mbah Slamet bisa sampai merenggut 12 nyawa tanpa diketahui warga sekitarnya. Ini berarti terjadi kurang guyubnya masyarakat di sana. Kepedulian masyarakat terhadap apa yang terjadi di sekitarnya sangat penting agar kasus seperti Mbah Slamet tidak sampai terjadi.

Terlepas dari berbagai penyebab di atas, tentu kita tidak bijak hanya menyalahkan korban semata. Pemerintah juga punya andil yang besar terkait maraknya fenomena masih maraknya dukun pengganda uang. Selain belum mampu menyejahterakan masyarakat secara merata, pemerintah juga kurang memberikan literasi yang cukup terhadap masyarakat terutama yang hidup di perdesaan.

Di era modern seperti saat ini memang terlihat konyol karena masih ada masyarakat yang bisa tergoda dengan rayuan gombal para dukun. Logikanya jika si dukun sendiri kalau memang bisa menggandakan uangnya, mereka pasti kaya raya.

Para pelaku dan korban sepertinya sudah gelap mata karena didesak impitan ekonomi. Apalagi banyak fenomena di media sosial di mana banyak orang pamer kekayaan sehingga ada keinginan menirunya. Padahal kita tidak tahu, kekayaan yang dipamerkan itu belum tentu berasal dari hasil yang halal, seperti pada kasus pejabat pajak yang melibatkan Rafael Alun Trisambodo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genosida, Diplomasi...
Genosida, Diplomasi Multi-Jalur Krisis Gaza
Kompleksitas Pengungkapan...
Kompleksitas Pengungkapan Kasus Kanjuruhan
MUI Haramkan Praktik...
MUI Haramkan Praktik Perdukunan, Cholil Nafis: Mari Realistis
Ini 7 Kasus Pembunuhan...
Ini 7 Kasus Pembunuhan Sadis yang Menggemparkan Publik Tanah Air
130.000 Orang Hilang...
130.000 Orang Hilang Misterius di Negara Ini, Apa Pemicunya?
Israel Bunuh Hampir...
Israel Bunuh Hampir 19.000 Anak dalam Genosida Gaza, Serangan Makin Gencar
ABG yang Terinspirasi...
ABG yang Terinspirasi Hitler Ini Pura-pura Masuk Islam untuk Bunuh Massal Jemaah Masjid
Rekomendasi
Sinetron Terlanjur Mencintaimu...
Sinetron Terlanjur Mencintaimu Akan Warnai Layar Kaca Pemirsa RCTI, Berikut Sinopsisnya
AQUA Sukses Redakan...
AQUA Sukses Redakan Dahaga Penonton yang Seru-seruan Bareng Idola di Musiczone Sarinah
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Berita Terkini
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved