Ini 7 Kasus Pembunuhan Sadis yang Menggemparkan Publik Tanah Air

Jum'at, 11 Desember 2020 - 11:18 WIB
loading...
Ini 7 Kasus Pembunuhan Sadis yang Menggemparkan Publik Tanah Air
Ilustrasi pembunuhan. Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Masyarakat pernah dihebohkan sejumlah kasus pembunuhan sadis yang dilakukan sekelompok orang atau pribadi. Setiap pembunuhan pasti memiliki motif dan metode yang berbeda dalam membunuh.

Secara umum kasus pembunuhan dengan cara sadis biasanya dilakukan oleh orang dekat atau suruhan dengan motif sakit hati atau uang. Berikut sederetan kasus pembunuhan yang sempat menggemparkan publik Tanah Air.

(Baca Juga: Sadis! Pria di Aceh Dibunuh Teman Dekat, Mayatnya Dikubur dalam Septic Tank)

1. Pembunuhan Presdir PT Asaba
Masih ingat kasus pembunuhan Presiden Direktur PT Asaba Boediharto Angsono, 60 tahun setelah ditembak orang tak dikenal, pada 2003 lalu. Nasib naas juga menimpa Edi Siyet, 33 tahun, seorang anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berpangkat Sersan Dua yang mengawal Budi. Belakangan pembunuh bos Asaba terungkap. Tim gabungan Marinir dan Polda Metro Jaya menembak mati Syam Ahmad Sanusi, di kawasan Pandeglang, Banten.

Sebelum tewas, Syam sempat melakukan perlawanan dengan senjata yang mengakibatkan tiga anggota tim penyergap terluka termasuk Ananta. Syam adalah eksekutor pembunuhan Direktur Utama PT Asaba tahun 2003. Dia beraksi bersama Suud Rusli yang kini sudah ditangkap atas suruhan Gunawan Santoso yang juga sudah ditangkap dan dijebloskan ke Nusakambangan.

(Baca Juga: Soal HAM, DPR Kritisi Pasukan Australia Bunuh 39 Warga Sipil Afghanistan)

Jabatan terakhir Syam adalah Komandan Intai Para Amphibi. Namun, Syam diberhentikan dengan tidak hormat sejak menjadi tersangka kasus pembunuhan itu. Saat ini jenazah Syam masih tersimpan di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo, Jakarta Pusat.

2. Pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen
Kasus pembunuhan yang menggemparkan publik juga menimpa Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), cucu perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) pada 14 Maret 2009 lalu. Polisi menangkap enam orang yang diduga sebagai pembunuh bos perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan tersebut. Dalam pemeriksaan penyidik, para algojo itu mengaku dijanjikan upah Rp500 juta oleh seseorang yang disebutkan sebagai orang kuat, namun baru dibayar Rp 250 juta.

(Baca Juga: Bacok Tetangga Hingga Tewas, Pengidap Gangguan Jiwa Ini Jadi Tersangka)

Selain enam eksekutor terseut, Wiliardi Wizard (WW), polisi aktif berpangkat Kombes yang pernah menjabat Kapolres Jakarta Selatan juga ikut terlibat. WW mengakui telah menyediakan orang-orang untuk melaksanakan pembunuhan berencana tersebut. Ia juga mengakui, untuk melaksanakan pekerjaan tersebut setelah menerima dana dari Sigid Haryo Wibisono (SHW), seorang pengusaha pemilik PT Pers Indonesia Merdeka dan dihubungkan oleh Jerry Kusuma (JK).
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1115 seconds (10.55#12.26)