Mafia Peradilan Diawali dari Hakim-Pengacara Main Golf Bersama
Senin, 20 Juli 2020 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Diperkirakan hingga enam bulan ke depan jumlah laporan masyarakat yang masuk mencapai 1.600 pengaduan. “Artinya walaupun KY telah melakukan tindakan pencegahan ternyata laporan masyarakat ke KY masih tinggi terkait adanya dugaan pelanggaran kode etik perilaku hakim,” ujarnya.
Lantas lembaga peradilan apa yang paling banyak mendapat komplain masyarakat? Berdasarkan data tersebut, MA menempati peringkat pertama dengan 33 laporan.
Pengacara senior Luhut Pangaribuan berpendapat, dari sisi etika profesi bagaimana pun momen berfoto Anita Kolopaking dengan pejabat Kejaksaan dan Ketua MA kurang patut. “Profesi hakim yang harus diam dan menyendiri harus tetap dipertahankan,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Advokad Indonesia (Peradi) kepada SINDOnews.
Dengan adanya foto bersama advokat yang perkaranya ditangani hakim, ia khawatir berpotensi menjadi conflict of interest. “Jadi, itu memang sangat tidak patut, apalagi kelihatan kualitas informal persahabatannya tinggi.” Ia sangat yakin,“Semakin informal hubungannya seorang advokat dengan hakim, itu pasti kian pasti ada apa-apanya.”
Sebagai solusinya, ia setuju DPR membentuk panitia khusus (pansus) dengan melibatkan semua penegak hukum yang diduga tersangkut permainan itu. “Ini momentum yang pas untuk membersihkan mafia peradilan,” sahutnya.
Sepengetahuan Luhut, pada umumnya “kesepakatan” hakim dengan pengacara terjalin di lapangan golf? "Maka itu, untuk membongkar mafia peradilan harus cari tahu siapa saja yang sering main golf bersama hakim dan membayarinya," paparnya.
Ia lantas sedikit memberi bocoran, ada seorang petinggi MA yang rutin bermain golf dengan lima orang pengacara. Dan,”Kelima orang ini juga rutin menemani sang petinggi jika ada acara di luar negeri.”
Siapa mereka? Silakan yang berwenang untuk mengusutnya.
Lantas lembaga peradilan apa yang paling banyak mendapat komplain masyarakat? Berdasarkan data tersebut, MA menempati peringkat pertama dengan 33 laporan.
Pengacara senior Luhut Pangaribuan berpendapat, dari sisi etika profesi bagaimana pun momen berfoto Anita Kolopaking dengan pejabat Kejaksaan dan Ketua MA kurang patut. “Profesi hakim yang harus diam dan menyendiri harus tetap dipertahankan,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Advokad Indonesia (Peradi) kepada SINDOnews.
Dengan adanya foto bersama advokat yang perkaranya ditangani hakim, ia khawatir berpotensi menjadi conflict of interest. “Jadi, itu memang sangat tidak patut, apalagi kelihatan kualitas informal persahabatannya tinggi.” Ia sangat yakin,“Semakin informal hubungannya seorang advokat dengan hakim, itu pasti kian pasti ada apa-apanya.”
Sebagai solusinya, ia setuju DPR membentuk panitia khusus (pansus) dengan melibatkan semua penegak hukum yang diduga tersangkut permainan itu. “Ini momentum yang pas untuk membersihkan mafia peradilan,” sahutnya.
Sepengetahuan Luhut, pada umumnya “kesepakatan” hakim dengan pengacara terjalin di lapangan golf? "Maka itu, untuk membongkar mafia peradilan harus cari tahu siapa saja yang sering main golf bersama hakim dan membayarinya," paparnya.
Ia lantas sedikit memberi bocoran, ada seorang petinggi MA yang rutin bermain golf dengan lima orang pengacara. Dan,”Kelima orang ini juga rutin menemani sang petinggi jika ada acara di luar negeri.”
Siapa mereka? Silakan yang berwenang untuk mengusutnya.
(rza)
Lihat Juga :