Kota Sehat Kala Pandemi
Sabtu, 18 Juli 2020 - 13:08 WIB
loading...
A
A
A
Kota sehat harus berkelanjutan. Pembangunan kota harus berkelanjutan dengan prinsip memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi mendatang (Brundtland, 1987). Hal ini selaras Peraturan Presiden Nomor 59/2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan untuk mewujudkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Pembangunan kota berbasis tiga pilar, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Pengutamaan dan pengintegrasian isu pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, dan mitigasi bencana/pandemi masuk ke dalam rencana pembangunan jangka menengah, rencana kerja perangkat daerah, dan rencana anggaran pendapatan belanja daerah.
Penataan konsentrasi hunian dan pembangunan kawasan terpadu, mengelola pertumbuhan urban, dan memastikan pertumbuhan berkelanjutan terpenuhi adalah tantangan nyata yang harus dihadapi dan diselesaikan para pengambil kebijakan perkotaan.
Kota menyediakan akses layanan paling dasar, perumahan terjangkau dan lingkungan sehat, serta urbanisasi yang inklusif dan berkelanjutan. Kota dirancang lebih tangguh ketika bencana/pandemi tiba, kota mampu mengantisipasi, melakukan mitigasi, dan cepat beradaptasi.
Perencanaan kota harus berwawasan luas dan komprehensif, serta menciptakan koalisi lebih kuat menghadapi bencana/pandemi. Perencanaan kota terintegrasi dengan perekonomian sekitar, pasokan air bersih dan gas, penyediaan listrik dan energi terbarukan, transportasi terpadu, jaringan internet, ketahanan pertanian dan pangan sebagai pilar ketangguhan kota.
Pembangunan kota berbasis tiga pilar, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Pengutamaan dan pengintegrasian isu pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, dan mitigasi bencana/pandemi masuk ke dalam rencana pembangunan jangka menengah, rencana kerja perangkat daerah, dan rencana anggaran pendapatan belanja daerah.
Penataan konsentrasi hunian dan pembangunan kawasan terpadu, mengelola pertumbuhan urban, dan memastikan pertumbuhan berkelanjutan terpenuhi adalah tantangan nyata yang harus dihadapi dan diselesaikan para pengambil kebijakan perkotaan.
Kota menyediakan akses layanan paling dasar, perumahan terjangkau dan lingkungan sehat, serta urbanisasi yang inklusif dan berkelanjutan. Kota dirancang lebih tangguh ketika bencana/pandemi tiba, kota mampu mengantisipasi, melakukan mitigasi, dan cepat beradaptasi.
Perencanaan kota harus berwawasan luas dan komprehensif, serta menciptakan koalisi lebih kuat menghadapi bencana/pandemi. Perencanaan kota terintegrasi dengan perekonomian sekitar, pasokan air bersih dan gas, penyediaan listrik dan energi terbarukan, transportasi terpadu, jaringan internet, ketahanan pertanian dan pangan sebagai pilar ketangguhan kota.