Ketua Bawaslu Sebut Pemilih Pemilu 2024 Didominasi Zillennial
Selasa, 21 Maret 2023 - 17:56 WIB
loading...
Dialog Pemilu bertema Peran Penting Pemilih Pemula Untuk Mewujudkan Pemilu Bermartabat yang digelar SINDOnews.com di Auditorium Arifin Panigoro Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2023). FOTO/SINDOnews/ISRA TRIANSYAH
A
A
A
JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja mengungkapkan 60% pemilih pada Pemilu 2024 adalah anak muda atau disebut Zillennial. Dengan jumlah sebanyak itu, anak muda bisa menentukan nasib bangsa untuk lima tahun ke depan.
Hal itu dia sampaikan Rahmat Bagja di hadapan ratusan mahasiswa dalam dialog Pemilu bertema "Peran Penting Pemilih Pemula Untuk Mewujudkan Pemilu Bermartabat" yang digelar SINDOnews.com di Auditorium Arifin Panigoro Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2023).
"Siapa yang paling banyak mendapatkan suara anak muda bisa menang. Ke depan akan jadi penting sekali suara temen-temen (mahasiswa) sekalian," ujarnya.
Baca juga: Ketua Bawaslu Minta Mahasiswa Jangan Pilih Calon Pemimpin yang Tak Bisa Tepati Janji
Rahmat Bagja meminta kepada anak muda berpartisipasi dalam Pemilu 2024. Bukan hanya menjadi pemilih aktif tapi juga pengawas Pemilu. "Karena tantang kita adalah soal politik SARA, Hoals, politik uang, dan politik indentitas," ucapnya.
Hal itu dia sampaikan Rahmat Bagja di hadapan ratusan mahasiswa dalam dialog Pemilu bertema "Peran Penting Pemilih Pemula Untuk Mewujudkan Pemilu Bermartabat" yang digelar SINDOnews.com di Auditorium Arifin Panigoro Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2023).
"Siapa yang paling banyak mendapatkan suara anak muda bisa menang. Ke depan akan jadi penting sekali suara temen-temen (mahasiswa) sekalian," ujarnya.
Baca juga: Ketua Bawaslu Minta Mahasiswa Jangan Pilih Calon Pemimpin yang Tak Bisa Tepati Janji
Rahmat Bagja meminta kepada anak muda berpartisipasi dalam Pemilu 2024. Bukan hanya menjadi pemilih aktif tapi juga pengawas Pemilu. "Karena tantang kita adalah soal politik SARA, Hoals, politik uang, dan politik indentitas," ucapnya.
Lihat Juga :