2 Komandan Pusdiklatpassus Setelah Masa Validasi, Nomor 2 Pecahkan Rekor Dua Kali Menjabat
Senin, 20 Maret 2023 - 05:05 WIB
loading...
Tercatat baru dua nama yang mengisi jabatan Komandan Pusdiklatpassus setelah masa validasi. Mereka adalah Brigjen TNI Thevi Angandowa Zebua dan Brigjen TNI Agus Sasmita. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) adalah Kawah Candradimuka untuk melatih Pasukan Para Komando, khususnya yang akan bergabung ke Korps Pasukan Khusus (Kopassus). Pasca validasi organisasi, Pusdiklatpassus dipimpin oleh jenderal bintang satu alias Brigjen.
Tercatat baru dua nama yang mengisi jabatan Komandan Pusdiklatpassus setelah masa validasi. Mereka adalah Brigjen TNI Thevi Angandowa Zebua dan Brigjen TNI Agus Sasmita.
Baca juga: 13 Brevet Mayjen Mohamad Hasan, Sosok Panglima Baru Kodam Jaya Jebolan Kopassus
Dikutip dari website resmi Kopassus, sebelum berganti nama menjadi Pusdiklatpassus, lembaga pendidikan ini diberi nama Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus). Pusdik ini bermarkas di Batujajar, Jawa Barat. Berdasarkan surat keputusan Men/Pangad Nomor Kep/826/VI/1962 tanggal 20 Juni 1962 menjadi dasar lahir Pusat Pendidikan Infanteri yang merupakan bagian dari Pussenif.
Sejak 30 Juli 2020, dilakukan perubahan jumlah sekolah di jajaran Pusdiklatpassus yang sebelumnya dari sembilan sekolah menjadi enam sekolah. Sekolah Pertempuran Hutan, Sekolah Pertempuran Kota, Sekolah Anti Teror dan Sekolah Pengamanan VVIP disatukan menjadi Sekolah Pertempuran Khusus.
Sementara, lima sekolah lainnya tidak mengalami perubahan organisasi, yaitu Sekolah Komando, Sekolah PARA, Sekolah Sandi Yudha, Sekolah Spesialisasi, dan Sekolah Raider. Lembaga pendidikan ini juga menyediakan kursus-kursus spesialis lain, yakni Kompi Pemburu, Scuba, Daki Serbu, Demolisi, Pandu Udara (Path Finder), dan Penembak Runduk (Sniper). Kursus ini terbuka bagi anggota TNI dan TNI Angkatan Darat di luar Kopassus.
Tercatat baru dua nama yang mengisi jabatan Komandan Pusdiklatpassus setelah masa validasi. Mereka adalah Brigjen TNI Thevi Angandowa Zebua dan Brigjen TNI Agus Sasmita.
Baca juga: 13 Brevet Mayjen Mohamad Hasan, Sosok Panglima Baru Kodam Jaya Jebolan Kopassus
Dikutip dari website resmi Kopassus, sebelum berganti nama menjadi Pusdiklatpassus, lembaga pendidikan ini diberi nama Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus). Pusdik ini bermarkas di Batujajar, Jawa Barat. Berdasarkan surat keputusan Men/Pangad Nomor Kep/826/VI/1962 tanggal 20 Juni 1962 menjadi dasar lahir Pusat Pendidikan Infanteri yang merupakan bagian dari Pussenif.
Sejak 30 Juli 2020, dilakukan perubahan jumlah sekolah di jajaran Pusdiklatpassus yang sebelumnya dari sembilan sekolah menjadi enam sekolah. Sekolah Pertempuran Hutan, Sekolah Pertempuran Kota, Sekolah Anti Teror dan Sekolah Pengamanan VVIP disatukan menjadi Sekolah Pertempuran Khusus.
Sementara, lima sekolah lainnya tidak mengalami perubahan organisasi, yaitu Sekolah Komando, Sekolah PARA, Sekolah Sandi Yudha, Sekolah Spesialisasi, dan Sekolah Raider. Lembaga pendidikan ini juga menyediakan kursus-kursus spesialis lain, yakni Kompi Pemburu, Scuba, Daki Serbu, Demolisi, Pandu Udara (Path Finder), dan Penembak Runduk (Sniper). Kursus ini terbuka bagi anggota TNI dan TNI Angkatan Darat di luar Kopassus.
Lihat Juga :