Publik Indonesia Tolak Timnas Israel karena UUD 1945 Antipenjajahan, Bukan Anti-Yahudi
Kamis, 16 Maret 2023 - 13:48 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Hendrajit menilai penolakan masyarakat Indonesia terhadap Timnas Israel sejalan dengan amanat pembukaan UUD 1945. Foto/Facebook Hendrajit
A
A
A
JAKARTA - Publik Indonesia menolak kehadiran Timnas Israel dalam laga Piala Dunia U-20 di Indonesia. Sikap masyarakat luas ini dianggap sejalan dengan amanat konstitusi negara, yaitu Undang-Undang Dasar 1945.
Pengamat Geopolitik Hendrajit menyayangkan keikutsertaan Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 tidak sesuai dengan parafraf pertama dan keempat pembukaan UUD 1945.
"Secara prinsipil pemerintah Indonesia sejak Sukarno sampai Jokowi, berpedoman pada Pembukaan UUD 1945, baik paragraf pertama maupun paragraf keempat. Bahwa penjajahan di muka bumi dalam segala bentuk dan manifestasinya harus dilawan dan ditentang," kata Hendrajit, Kamis (16/3/2023).
Baca juga: PP Persis: Kehadiran Timnas Israel di Piala Dunia U-20 Bisa Picu Amarah
Maka dari itu, kata Hendrajit, penolakan masyarakat mesti dilihat dari aspek sosiohistorical bahwa Israel sejak berdirinya merupakan ujung tombak skema kolonialisme dan imperialisme global yang dimotori Inggris dan AS. "Belum adanya hubungan diplomatik dan Israel hingga kini merupakan konsekeensi logis sikap kita yang anti-kolonialisme dan imperialisme," ujar dia.
Dia mengingatkan bahwa berdasarkan prakarsa Inggris di depan Dewan Keamanan PBB pada 1947, Israel yang berpenduduk hanya 35 persen, diberi luas wilayah 65 persen. Arab Israel yang berpenduduk 65 persen, hanya memperoleh luas wilayah 35 persen. Ini dilakukan AS dan Ingris demi melestarikan hegemoni di kawasan Timur Tengah.
Dari sini bisa terbaca bahwa Israel, kata Hendrajit, merupakan ujung tombak konspirasi internasional untuk menguasai Timur Tengah melalui Palestina. Penolakan masyarakat Indonesia terhadap Timnas Israel, kata dia, jelas bukan didasarkan atas sikap anti-semit seperti para pengikut Hitler, bukan pula Islam versus Yahudi.
Pengamat Geopolitik Hendrajit menyayangkan keikutsertaan Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 tidak sesuai dengan parafraf pertama dan keempat pembukaan UUD 1945.
"Secara prinsipil pemerintah Indonesia sejak Sukarno sampai Jokowi, berpedoman pada Pembukaan UUD 1945, baik paragraf pertama maupun paragraf keempat. Bahwa penjajahan di muka bumi dalam segala bentuk dan manifestasinya harus dilawan dan ditentang," kata Hendrajit, Kamis (16/3/2023).
Baca juga: PP Persis: Kehadiran Timnas Israel di Piala Dunia U-20 Bisa Picu Amarah
Maka dari itu, kata Hendrajit, penolakan masyarakat mesti dilihat dari aspek sosiohistorical bahwa Israel sejak berdirinya merupakan ujung tombak skema kolonialisme dan imperialisme global yang dimotori Inggris dan AS. "Belum adanya hubungan diplomatik dan Israel hingga kini merupakan konsekeensi logis sikap kita yang anti-kolonialisme dan imperialisme," ujar dia.
Dia mengingatkan bahwa berdasarkan prakarsa Inggris di depan Dewan Keamanan PBB pada 1947, Israel yang berpenduduk hanya 35 persen, diberi luas wilayah 65 persen. Arab Israel yang berpenduduk 65 persen, hanya memperoleh luas wilayah 35 persen. Ini dilakukan AS dan Ingris demi melestarikan hegemoni di kawasan Timur Tengah.
Dari sini bisa terbaca bahwa Israel, kata Hendrajit, merupakan ujung tombak konspirasi internasional untuk menguasai Timur Tengah melalui Palestina. Penolakan masyarakat Indonesia terhadap Timnas Israel, kata dia, jelas bukan didasarkan atas sikap anti-semit seperti para pengikut Hitler, bukan pula Islam versus Yahudi.
Lihat Juga :