Dilaporkan Terima Gratifikasi Rp7 Miliar, Wamenkumham: Tak Perlu Saya Tanggapi Serius
Selasa, 14 Maret 2023 - 12:45 WIB
loading...
Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej mengaku tak perlu menanggai serius laporan IPW atas dirinya ke KPK. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
Wakil Menteri Hukum dan HAM ( Wamenkumham ) Edward Omar Sharif Hiariej atau yang karib disapa Eddy menanggapi santai laporan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Eddy, pokok persalan yang dilaporkan Sugeng tidak berkaitan dengan dirinya.
"Saya tidak perlu menanggapi secara serius karena pokok permasalahan adalah hubungan profesional antara Aspri Saya YAR dan YAM sebagai Lawyer dengan kliennya Sugeng (Ketua IPW)," kata Eddy saat dikonfirmasi, Selasa (14/3/2023).
Eddy mengatakan laporan IPW ke KPK berkaitan dengan dua orang asisten pribadinya, yaitu YAR dan YAM. "Silakan konfirmasi lebih lanjut kepada YAR dan YAM yang disebutkan oleh Sugeng dalam aduannya," terangnya.
Sebelumnya, Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dua peristiwa dugaan gratifikasi yang menyeret EOSH. Pertama, permintaan konsultasi hukum. Kedua, dugaan permintaan pengesahan status badan hukum. Sugeng mengaku sudah membawa dokumen data-data aliran dana tersebut.
"Saya tidak perlu menanggapi secara serius karena pokok permasalahan adalah hubungan profesional antara Aspri Saya YAR dan YAM sebagai Lawyer dengan kliennya Sugeng (Ketua IPW)," kata Eddy saat dikonfirmasi, Selasa (14/3/2023).
Eddy mengatakan laporan IPW ke KPK berkaitan dengan dua orang asisten pribadinya, yaitu YAR dan YAM. "Silakan konfirmasi lebih lanjut kepada YAR dan YAM yang disebutkan oleh Sugeng dalam aduannya," terangnya.
Sebelumnya, Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dua peristiwa dugaan gratifikasi yang menyeret EOSH. Pertama, permintaan konsultasi hukum. Kedua, dugaan permintaan pengesahan status badan hukum. Sugeng mengaku sudah membawa dokumen data-data aliran dana tersebut.