Jokowi Pilih Bubarkan Lembaga karena Lebih Gampang dari Rombak Menteri
Jum'at, 17 Juli 2020 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
(Baca: Sempat Rampingkan 23 Lembaga, Pemerintah Hemat Rp23,5 Triliun)
Ia juga menilai penghapusan lembaga tersebut memiliki risiko politik lebih kecil dibanding reshuffle kabinet . Sebab, kalau merombak menteri akan berkaitan dengan partai politik, termasuk para pendukungnya.
“Jadi, enggak serumit dengan rencana presiden mau rombak menterinya. Risiko politik dengan bubarkan lembaga atau komisi itu lebih kecil,” sebut dia.
Namun sebelum membubarkan, lanjut Wawan, lembaga atau komisi tersebut harus diaudit terlebih dahulu sehingga presiden punya argumen yang kuta dan rasional mengapa melakukan hal tersebut. Untuk melakukan audit terhadap lembaga tersebut tidak begitu susah. Kementerian PAN-RB bisa melakukan kajian atau penilaian terhadap kinerja lembaga tersebut atau bisa meminta bantuan dari universitas.
Ia juga menilai penghapusan lembaga tersebut memiliki risiko politik lebih kecil dibanding reshuffle kabinet . Sebab, kalau merombak menteri akan berkaitan dengan partai politik, termasuk para pendukungnya.
“Jadi, enggak serumit dengan rencana presiden mau rombak menterinya. Risiko politik dengan bubarkan lembaga atau komisi itu lebih kecil,” sebut dia.
Namun sebelum membubarkan, lanjut Wawan, lembaga atau komisi tersebut harus diaudit terlebih dahulu sehingga presiden punya argumen yang kuta dan rasional mengapa melakukan hal tersebut. Untuk melakukan audit terhadap lembaga tersebut tidak begitu susah. Kementerian PAN-RB bisa melakukan kajian atau penilaian terhadap kinerja lembaga tersebut atau bisa meminta bantuan dari universitas.
(muh)
Lihat Juga :