Profil Partai Buruh: Ideologi, Asas hingga Sejarahnya
Selasa, 07 Maret 2023 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
1. Kedaulatan Rakyat
2. Lapangan Kerja
3. Anti Korupsi
4. Jaminan sosial yang meliputi Jaminan Kesehatan, Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan
Pengangguran, Jaminan Pendidikan, Jaminan Perumahan, Jaminan Air Bersih, hingga Jaminan Makanan untuk Rakyat
5. Kedaulatan Pangan (tanah, benih, pupuk, anti impor beras untuk petani), Kedaulatan Ikan, dan Kedaulatan Ternak
6. Upah Layak
7. Pajak untuk Kesejahteraan Rakyat
Hubungan Industrial antara lain Tolak Outsourcing, Tolak Karyawan Kontrak Berkepanjangan, Pesangon yang Layak, jam Kerja yang Manusiawi,
8. Perlindungan Buruh Perempuan, Kerja Layak, Tolak Buruh Kasar TKA, Tolak Pemagangan, dan Tolak PHK yang dipermudah
9. Perlindungan Perempuan dan Anak Muda
10. Lingkungan Hidup, Masyarakat Adat, dan HAM
11. Kesejahteraan dan status PNS untuk Seluruh Guru dan Tenaga Honorer
12. Pemberdayaan Disabilitas
13. Membangun Kekuatan BUMN dan Koperasi
Baca juga : Partai Buruh Bangkit Kembali, Dideklarasikan 5 Oktober 2021
Selama menjadi partai politik, Partai Buruh telah menggunakan nama yang berbeda yaitu : Partai Buruh Nasional (1998), Partai Buruh Sosial Demokrat (2005) dan Partai Buruh (2009).
Pendirian kembali dilakukan pada tahun 2021 di Jakarta, yang sekaligus menetapkan Said Iqbal sebagai Ketua Umum (Ketum) atau Presiden partai periode 2021-2026.
Sebelum dilantik menjadi seorang Presiden partai, Said Iqbal dikenal dengan aktivis buruh sejak tahun 1992 silam. Kala itu dirinya menjadi pemimpin organisasi buruh sebuah perusahaan elektronik di Bekasi.
Sepanjang sejarahnya di organisasi buruh, sejumlah jabatan pernah diembannya seperti PC SP LEM SPSI, PC FSPMI, Sekretaris DPP FSPMI, Central Committee Serikat Buruh Metal Sedunia (IMF), Wakil Presiden Serikat Pekerja ASEAN (ATUC), General Council Konfederasi Serikat Buruh Sedunia (ITUC), Presiden DPP FSPMI, Presiden KSPI, Pengurus Pusat ILO badan PBB.
2. Lapangan Kerja
3. Anti Korupsi
4. Jaminan sosial yang meliputi Jaminan Kesehatan, Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan
Pengangguran, Jaminan Pendidikan, Jaminan Perumahan, Jaminan Air Bersih, hingga Jaminan Makanan untuk Rakyat
5. Kedaulatan Pangan (tanah, benih, pupuk, anti impor beras untuk petani), Kedaulatan Ikan, dan Kedaulatan Ternak
6. Upah Layak
7. Pajak untuk Kesejahteraan Rakyat
Hubungan Industrial antara lain Tolak Outsourcing, Tolak Karyawan Kontrak Berkepanjangan, Pesangon yang Layak, jam Kerja yang Manusiawi,
8. Perlindungan Buruh Perempuan, Kerja Layak, Tolak Buruh Kasar TKA, Tolak Pemagangan, dan Tolak PHK yang dipermudah
9. Perlindungan Perempuan dan Anak Muda
10. Lingkungan Hidup, Masyarakat Adat, dan HAM
11. Kesejahteraan dan status PNS untuk Seluruh Guru dan Tenaga Honorer
12. Pemberdayaan Disabilitas
13. Membangun Kekuatan BUMN dan Koperasi
Ideologi Partai
Ideologi dari Partai Buruh adalah Pancasila yang bertumpu pada sila kedua dan sila kelima, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Baca juga : Partai Buruh Bangkit Kembali, Dideklarasikan 5 Oktober 2021
Asas Partai
Negara Sejahtera atau Welfare StateSejarah Partai Buruh
Partai Buruh merupakan sebuah partai politik di Indonesia yang didirikan pada tanggal 28 Agustus 1998. Sejak berdirinya partai ini telah mengikuti pelaksanaan pemilu pada tahun 1999, 2004 dan tahun 2009.Selama menjadi partai politik, Partai Buruh telah menggunakan nama yang berbeda yaitu : Partai Buruh Nasional (1998), Partai Buruh Sosial Demokrat (2005) dan Partai Buruh (2009).
Pendirian kembali dilakukan pada tahun 2021 di Jakarta, yang sekaligus menetapkan Said Iqbal sebagai Ketua Umum (Ketum) atau Presiden partai periode 2021-2026.
Sebelum dilantik menjadi seorang Presiden partai, Said Iqbal dikenal dengan aktivis buruh sejak tahun 1992 silam. Kala itu dirinya menjadi pemimpin organisasi buruh sebuah perusahaan elektronik di Bekasi.
Sepanjang sejarahnya di organisasi buruh, sejumlah jabatan pernah diembannya seperti PC SP LEM SPSI, PC FSPMI, Sekretaris DPP FSPMI, Central Committee Serikat Buruh Metal Sedunia (IMF), Wakil Presiden Serikat Pekerja ASEAN (ATUC), General Council Konfederasi Serikat Buruh Sedunia (ITUC), Presiden DPP FSPMI, Presiden KSPI, Pengurus Pusat ILO badan PBB.
Lihat Juga :