Perjuangan Besar Nahdlatul Ulama: Menuju Kebangkitan Intelektual, Teknokrasi, dan Kewirausahaan

Selasa, 28 Februari 2023 - 12:03 WIB
loading...
A A A
Peresensi mencoba mengilustrasikan dan menjabarkan maksud dan dari tiga kata kunci tersebut. Kebangkitan intelektualisme mengacu pada kemampuan NU untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran baru yang lebih inovatif dan inklusif. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodasi berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di masyarakat. NU harus mampu menghasilkan gagasan-gagasan baru yang mampu mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Kebangkitan intelektualisme adalah sumber inspirasi bagi Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM-NU) dengan mengadakan kajian halaqah dan muktamar nasional dan internasional bertemakan fiqih peradaban.

Kebangkitan teknokrasi merujuk pada kemampuan NU dalam memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan modern untuk memajukan masyarakat dan membantu mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. NU harus mampu mengembangkan keahlian dan keterampilan di bidang teknologi dan sains agar mampu mengembangkan solusi-solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Kebangkitan teknokrasi inilah yang nantinya menjadi sumber inspirasi dalam mewujudkan NU Tech dalam upaya mewujudkan masyarakat cakap digital.

Ada NU-Bike yang merupakan karya digital bidang logistik berbasis aplikasi jasa antarjemput dan rental kendaraan listrik, Saqinah; sebuah platform yang menawarkan pendidikan pra-nikah dengan berbagai macam pembelajaran berbasis online, Kepul dengan kategori sosial-preneur yang merupakan aplikasi jual sampah dan masih banyak lagi inovasi digital yang lahir dari inspirasi kebangkitan teknokrasi gagasan Gus Yahya.

Sedangkan Kebangkitan kewirausahaan mengacu pada kemampuan NU untuk menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan. NU harus mampu memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mengembangkan usaha-usaha produktif dan berdaya saing yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebangkitan kewirausahaan menjadi sumber inspirasi dalam mewujudkan gerakan kemandirian NU. Puncaknya adalah dengan diresmikannya Badan Usaha Milik NU (BUMNU) di Jember.

Secara umum, topik-topik yang dibahas dalam buku ini sudah cukup luas dan menyeluruh. Walakin, karena produk ini buatan manusia, tentu ada beberapa catatan dan masukan untuk dapat dipertimbangkan dalam menyempurnakan buku ini. Hemat peresensi, Buku ini cenderung memberikan paparan yang cenderung menimang-nimang NU tanpa memberikan analisis yang kritis terhadap kondisi yang sedang dihadapi oleh organisasi atau gerakan tersebut. Jika buku ini berangkat dari problematika dan tantangan NU ke depan dalam konteks indonesia dan dunia, barangkali bisa membawa pembaca memahami buku ini secara holistik.

Selain itu, buku ini perlu membahas tantangan dan peran Nahdlatul Ulama dalam mempromosikan perdamaian dan toleransi di tengah-tengah masyarakat yang semakin terpolarisasi. Topik ini penting mengingat saat ini masyarakat kita masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang terkait dengan konflik dan ketidakadilan, sehingga peran NU sebagai organisasi keagamaan yang besar memiliki tanggung jawab besar dalam membawa perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat.

Bab baru ini bisa membahas upaya dan inisiatif yang dilakukan oleh NU untuk mempromosikan perdamaian dan toleransi, serta mengatasi konflik di tengah masyarakat yang semakin kompleks dan heterogen. Dalam buku ini memang membahas banyak topik yang terkait dengan peradaban, namun tidak secara eksplisit membahas tentang konsep peradaban itu sendiri. Sebagai karya yang ditulis untuk memperkenalkan gagasan-gagasannya, mungkin penulis memang lebih fokus pada pengalaman, pemikiran, dan tindakan konkrit yang pernah dilakukan serta upaya-upaya yang diusungnya dalam memajukan Nahdlatul Ulama.

Namun, bagi pembaca yang ingin mempelajari konsep peradaban secara lebih detail, mungkin memerlukan referensi tambahan yang mengulas konsep peradaban itu sendiri. Namun hemat peresensi, buku ini memang sengaja dibuat demikian sebagai stimulus untuk selanjutnya dibuat kajian, halaqah atau muktamar melalaui konsep fiqih peradaban yang sudah berjalan selama ini.

Identitas Buku

Judul buku : PBNU, Perjuangan Besar Nahdlatul Ulama
Penulis : KH Yahya Cholil Staquf
Tahun Terbit : 2020
Tebal : 148 Halaman
Penerbit : Mata Air
ISBN : 9786027465763
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
Wilayah dan Cabang Desak...
Wilayah dan Cabang Desak Perubahan Total PBNU, Minta Muktamar ke-35 NU Digelar di Jakarta
Rekomendasi
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Berita Terkini
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Pakai Rompi Oranye KPK
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Harlah ke-28 PKB, Perempuan...
Harlah ke-28 PKB, Perempuan Bangsa Gelar 2 Agenda Akbar Perkuat Mesin Organisasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved