Profil Widodo Adi Sutjipto, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut

Minggu, 26 Februari 2023 - 05:58 WIB
loading...
Profil Widodo Adi Sutjipto,...
Profil Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto atau Widodo A.S diulas dalam artikel ini. Foto/Instagram Bakamla
A A A
JAKARTA - Profil Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto atau Widodo A.S diulas dalam artikel ini. Ya, dia adalah Panglima TNI pertama dari matra Angkatan Laut ( AL ).

Pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 1 Agustus 1944 ini diangkat menjadi Panglima TNI periode 1999-2002 oleh Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Widodo A.S menjabat Panglima TNI menggantikan Wiranto.

Serah terima jabatan (sertijab) dari Wiranto kepada Widodo A.S dilakukan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada 4 November 1999. Dikutip dari laman TNI AL, Widodo A.S adalah putra ke-4 dari pasangan Adi Sutjipto dan Siti Fatonah.

Baca juga: Momen Prabowo Reuni dengan Para Sesepuh TNI di Acara Sertijab Panglima

Ayahnya Widodo A.S berprofesi sebagai seorang guru. Dikutip dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Widodo A.S merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1968.

Masa jabatan suami Sri Murniati sebagai Panglima TNI itu berakhir pada 18 Juni 2002 dan digantikan oleh Jenderal TNI Endriartono Sutarto. Setelah itu, Widodo diangkat menjadi Ketua Tim Nasional Penanggulangan Dampak Situasi Irak (TNPDSI) oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

TNPDSI ini bertanggung jawab terhadap keseluruhan proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Irak. Sebab, muncul krisis Irak-Amerika Serikat pada 2002-2003 yang berujung pada meletusnya perang terbuka.

Baca: Presiden Angkat Panglima TNI dari AL, Sejumlah Jenderal AD Masuk Kabinet

Karier Widodo A.S semakin bersinar. Dia diangkat Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada periode 21 Oktober 2004 hingga 22 Oktober 2009 menggantikan Hari Sabarno.

Dia sempat merangkap menjadi Menteri Dalam Negeri ad-interim pada 2 April-29 Agustus 2007 saat menjabat Menko Polhukam. Usai masa jabatannya sebagai Menko Polhukam selesai, dia diangkat menjadi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ad-interim pada 1 Oktober - 22 Oktober 2009.

Setelah itu, Widodo diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Pertahanan dan Keamanan periode 2010-2014. Widodo mengawali kariernya di TNI AL sebagai Perwira Senjata di KRI Irian pada 1968.

Baca: Presiden Angkat Panglima TNI dari AL, Sejumlah Jenderal AD Masuk Kabinet

Selanjutnya, dia juga pernah beberapa kali menjadi komandan Kapal Perang Republlik Indonesia (KRI), yakni Komandan KRI Monginsidi pada 1986, Komandan KRI Ki Hadjar Dewantara pada 1988, dan Komandan KRI Abdul Halim Perdanakusuma pada 1989.

Adapun KRI Monginsidi-343 merupakan kapal fregat sekelas dengan KRI Samadikun-341, kapal perang jenis fregat buatan Amerika Serikat Kelas Claud Jones. Sedangkan KRI Ki Hadjar Dewantara-364 adalah kapal perang jenis korvet buatan Yugoslavia yang juga berfungsi sebagai kapal latih lanjut Taruna Akabri Bagian Laut.

Adapun KRI Abdul Halim Pedanakusuma-355 merupakan kapal perang jenis fregat buatan Belanda dari Kelas Van Speijk. Widodo juga pernah dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan RI Kawasan Barat pada 1994-1995 dan Panglima Armada RI Kawasan Barat pada 1955.

Setelah itu, Presiden RI ke-3 B.J Habibie menunjuk Widodo yang saat itu masih berpangkat Laksdya menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) mulai 26 Juni 1998 menggantikan Laksamana TNI Arief Kushariadi. Seiring hal itu, pangkat Widodo dinaikkan menjadi Laksamana TNI pada 1 Februari 1999.

B.J Habibie kemudian mengangkat Widodo sebagai Wakil Panglima TNI mulai 17 Juli 1999. Widodo hanya tiga bulan menjabat Wakil Panglima TNI karena Presiden selanjutnya, Gus Dur mengangkatnya menjadi Panglima TNI.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Momen Mengharukan Prabowo...
Momen Mengharukan Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Angkatan Laut dan Kebijakan...
Angkatan Laut dan Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Sowan ke Mantan Panglima...
Sowan ke Mantan Panglima TNI Widodo AS, Menhan: Beliau Meninggalkan Warisan Loyalitas pada NKRI
Kapolri Dikritik Mantan...
Kapolri Dikritik Mantan Panglima TNI, Aktivis: Polri Tak Punya Histori Berkhianat pada Presiden
Gelombang Perubahan:...
Gelombang Perubahan: Bangun Lautmu, Jayakan Bangsamu
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Iran Beri Sinyal Kemampuan...
Iran Beri Sinyal Kemampuan Angkatan Laut Baru: Kapal-kapal Perang AS akan Terbakar
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang akan Diterima Indonesia
Rekomendasi
Kursi Suporter Kosong...
Kursi Suporter Kosong Melompong di Piala Dunia 2026, FIFA Ngeles Manipulasi Jumlah Penonton
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Berita Terkini
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved