Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra, Bukti Masih Ada Aparat yang Manfaatkan Jabatan

Kamis, 16 Juli 2020 - 07:26 WIB
loading...
Kasus Surat Jalan Djoko...
Pengamat Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai, kasus surat perjalanan dinas buronan Djoko Tjandra bukti masih ada birokrasi dan aparat penegak hukum yang memanfaatkan jabatan mereka untuk kepentingan sempit. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Polri akhirnya mencopot Brigjen Pol Prasetyo Utomo dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri karena diduga terkait penerbitan surat jalan buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra.

Pengamat Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai, mencuatnya kasus ini bukti bahwa masih ada birokrasi dan aparat penegak hukum yang memanfaatkan jabatan mereka untuk kepentingan sempit. "Akibatnya bukan main-main merusak marwah lembaganya," tutur Fickar saat dihubungi SINDOnews, Kamis (16/7/2020). (Baca juga: Kasus Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Diduga Langgar Kode Etik)

Fickar mengatakan, tindakan yang dilakukan Prasetyo jelas melawan hukum dalam konteks sistem dan personalia pejabat hukum, karena hal ini bukan lagi kekhilafan melainkan, kesengajaan yang berdampak merugikan lembaga. Dia menilai, tindakan ini masuk kategori melanggar disiplin Polri karena memenuhi unsur pidana. (Baca juga: Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo Ditahan 14 Hari)

Menurutnya, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua aparatur terutama yang terkait dengan penegakkan hukum, di luar aparatur yang terkait dengan criminal justice system atau penegakkan hukum pidana, tetapi juga instansi-instansi terkait seperti imigrasi, dinas kependudukan atau bahkan lembaga pemasyarakatan. Yang terakhir ini menjadi sorotan karena ramainya transaksi ilegal di LP Salemba.

"Hukum harus ditegakkan, instansi penegakkan hukum harus dibersihkan dari oknum-oknum yang mencari kesempatan keuntungan untuk pribadinya, jika tidak sistem yang susah-susah kita bangun akan rusak. Tidak hanya sistem penegakkan hukum tetapi juga sistem berbangsa dan bernegara secara keseluruhan," ucap dia. (Rakhmat)
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
4 Kombes Pol Digeser...
4 Kombes Pol Digeser Kapolri ke Dirreskrimum Polda pada Mutasi 7 Mei 2026
22 Pati dan Pamen Dimutasi...
22 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Polda Luar Jawa, Ada Irjen Pol hingga AKBP
Profil Brigjen Pol Arif...
Profil Brigjen Pol Arif Budiman, Kapolda Maluku Utara Lulusan Akpol 1994
Rekomendasi
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Berita Terkini
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved