Megawati Sindir Ibu-ibu Pengajian, Andi Nurpati: Kenapa Enggak Menyoal Ibu-ibu Dugem?

Minggu, 19 Februari 2023 - 15:33 WIB
loading...
Megawati Sindir Ibu-ibu...
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri saat Kick Off Pancasila dalam Tindakan Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting beberapa waktu lalu. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Pernyataan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri yang menyindir ibu-ibu pengajian ditanggapi oleh Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Andi Nurpati. Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu mengatakan bahwa pengajian tidak dilakukan setiap hari.

Andi Nurpati menuturkan, pengajian itu terkadang dilakukan seminggu sekali atau sebulan sekali. Dia menambahkan, di dalam pengajian juga terkadang banyak membahas tentang kesehatan.

"Sangat tidak pantas menyoal ibu-ibu pengajian, kenapa enggak menyoal ibu-ibu yang dugem (dunia gemerlap, red) ke diskotik? Ibu-ibu yang bekerja full day?" kata Andi Nurpati kepada SINDOnews, Minggu (19/2/2023).

Baca juga: Megawati Sindir Ibu-ibu Pengajian, KH Cholil Nafis: Ngaji Melatih Hati dan Pikiran



Maka itu, Andi Nurpati menyayangkan pernyataan Megawati yang menyindir ibu-ibu pengajian tersebut. "Apalagi sudah pernah jadi pemimpin negeri, ketum parpol, penasihat atau pembina BRIN, sudah professor dan lain-lain. Mestinya bukan menghujat, tapi memberi support, motivasi dan lain-lain bagaimana supaya ibu-ibu lebih care dengan anak-anaknya supaya enggak kena stunting," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa banyak juga ibu-ibu yang ikut pengajian justru sudah punya cucu dan tak punya tanggung jawab mengurus cucu. "Banyak yang sudah umur 40 tahun ke atas di mana anak-anaknya sudah dewasa, sudah berkeluarga, bahkan sedikit yang punya bayi atau anak kecil," imbuhnya.

Dia mengatakan, pendidikan dan pengetahuan tentang kesehatan dan gizi justru sebaiknya dimasukkan saja ke dalam kurikulum sekolah. "Supaya sejak kecil memahaminya, perbanyak sosialisasi dari Kemenkes dan pemda-pemda dan tak kalah pentingnya adalah penghasilan keluarga ya g mencukupi untuk belanja keluarga. Punya ilmu dan pengetahuan tapi enggak ada atau enggak cukup biaya ya mau bagaimana?" katanya.

Baca: Dewan Pengarah BPIP: Dengan Semangat Gotong Royong, Stunting, Kekerasan pada Perempuan dan Anak Dapat Ditekan

Menurut Andi Nurpati, solusi utama mengatasi stunting adalah memberantas kemiskinan dengan memberikan pendidikan dan kemampuan atau keterampilan supaya bisa bekerja. "Bukan gara-gara ikut pengajian kemudian menimbulkan stunting," ungkapnya.

Dia juga berpendapat bahwa melarang umat beragama untuk mempelajari agamanya lebih dalam merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). "Mungkin beliau enggak paham apa itu pengajian?" jelasnya.

Dia menjelaskan, pengajian adalah sarana pendidikan agama yang belum tentu semua dipelajari di sekolah atau saat kuliah. Apalagi, lanjut dia, tak semua orang juga kuliah.

Baca: Kaya Nutrisi, Ikan Lele Bagus untuk Mencegah Stunting

"Saya kira Bu Mega salah persepsi tentang pengajian yang bisa menimbulkan anak-anak stunting karena ditinggal ibunya pengajian. Pengajian itu enggak tiap hari dan hanya beberapa jam, biasanya juga bukan jam makan," ungkapnya.

Menurut dia, lebih parah ibu-ibu yang bekerja di luar rumah setiap hari dari pagi hingga sore atau malam. "Kenapa Bu Mega enggak menyoal itu daripada menyoal ibu-ibu pengajian. Meski hak seorang ibu bekerja berkarier di luar rumah yang umumnya anaknya diserahkan kepada asisten rumah tangga yang notabene pengetahuan tentang gizi dan lain-lain tidak memadai," ujarnya.

Dia menegaskan, negara harus memberi solusi atas masalah stunting di Indonesia. Dia melanjutkan, bagaimana seorang ibu bisa maksimal memberikan air susu ibu (asi) jika bekerja seharian bahkan bertahun-tahun.

"Meski belakangan ini ada cara menyimpan ASI di kulkas untuk cadangan kalau ibu enggak di rumah, tentu berbeda dengan kurang terjalinnya hubungan anak dan ibu, apa yakin jika babysitter atau asisten rumah tangga yang beri makan siang dan lain-lain terpenuhi gizinya? Siapa yang menyaksikan di rumah di mana anak-anak umumnya susah makan," pungkasnya.

Diketahui, pernyataan Megawati soal ibu-ibu pengajian itu disampaikan saat Kick Off Pancasila dalam Tindakan 'Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting' yang digelar BKKBN beberapa waktu lalu. "Saya melihat ibu-ibu itu ya, maaf ya, kenapa toh seneng banget ngikut pengajian ya. Maaf beribu maaf. Ini pengajian sampai kapan? Anake arep diapake (anaknya mau diapain)?" ujar Megawati dikutip, Sabtu (18/2/2023).

Namun, Megawati menuturkan dirinya tidak bermaksud untuk melarang ibu-ibu mengikuti pengajian. Ia hanya berharap agar ibu-ibu tetap mengutamakan keluarga khususnya dalam mengurus anak.

"Boleh, bukan berarti enggak boleh (ikut pengajian). Saya juga pernah ikut pengajian kok. Maksud saya, nanti Bu Risma saya suruh, Bu Bintang saya suruh, tolong bikin manajemen rumah tangga," kata Megawati.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Qodari Ungkap Makna...
Qodari Ungkap Makna Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Rekomendasi
Ada Kebakaran Dekat...
Ada Kebakaran Dekat Rel, KRL Lintas Tangerang Mengalami Keterlambatan
Tertarik Menjadi Guru?...
Tertarik Menjadi Guru? Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Seleksi PPG 2026
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Berita Terkini
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
OTT KPK di Sumut, 7...
OTT KPK di Sumut, 7 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Langkat
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Operasional Haji 2026...
Operasional Haji 2026 Selesai, Menhaj: Seluruh Jemaah Sudah Kembali ke Tanah Air
Imparsial Minta Polisi...
Imparsial Minta Polisi dan Komnas HAM Ikut Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved