Stafsus Presiden Sebut Produk Ramah Lingkungan Mampu Kurangi Sampah
Jum'at, 17 Februari 2023 - 15:09 WIB
loading...
Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono melakukan kunjungan kerja ke central kitchen Green Rebel di Tangerang Selatan, Kamis (16/2/2023). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono melakukan kunjungan kerja ke tiga lokasi produksi, yaitu central kitchen Green Rebel di Tangerang Selatan, pabrik Plana di Tangerang, dan pabrik Rebricks di Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2023). Ketiganya dinilai memiliki inovasi produksi yang bisa mengurangi emisi gas rumah kaca.
Dalam kunjungannya ke Green Rebel, terkesan dengan tekstur dan rasa produk plant-based meal yang mirip dengan daging sapi dan daging ayam. Selain tetap berprotein tinggi, kata Diaz, plant-based meal sebagai pengganti daging sapi dan ayam diklaim mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari peternakan hingga 90% untuk sapi dan 80% untuk ayam.
"Inovasi ini bertekstur daging sapi dan ayam, tetapi dibuat dari bahan baku nabati, sehingga dalam proses pembuatannya menjadi lebih rendah emisi, dengan nutrisi di dalamnya tetap cukup untuk tubuh," kata Diaz dalam keterangan tertulis, Jumat (17/2/2023).
Selain inovasi produk agrikultur, inovasi ramah lingkungan juga ditemukan pada produk bahan bangunan. Dalam kunjungannya ke Plana, Diaz terkesan dengan produk pengganti kayu ulin yang berbahan dasar sampah dari kulit padi dan plastik. Menurutnya, penggunaan produk ini menghindari kulit padi dibakar maupun pohon ditebang.
"Selain mengurangi sampah plastik dan kulit padi, inovasi ini berpotensi menggantikan penggunaan produk kayu ke depannya karena tekstur dan kekuatannya dibuat semirip mungkin. Bahkan, setelah penggunaan, produk bisa didaur ulang lagi di sini sehingga meminimalkan sampah," kata Diaz.
Dalam kunjungannya ke Green Rebel, terkesan dengan tekstur dan rasa produk plant-based meal yang mirip dengan daging sapi dan daging ayam. Selain tetap berprotein tinggi, kata Diaz, plant-based meal sebagai pengganti daging sapi dan ayam diklaim mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari peternakan hingga 90% untuk sapi dan 80% untuk ayam.
"Inovasi ini bertekstur daging sapi dan ayam, tetapi dibuat dari bahan baku nabati, sehingga dalam proses pembuatannya menjadi lebih rendah emisi, dengan nutrisi di dalamnya tetap cukup untuk tubuh," kata Diaz dalam keterangan tertulis, Jumat (17/2/2023).
Selain inovasi produk agrikultur, inovasi ramah lingkungan juga ditemukan pada produk bahan bangunan. Dalam kunjungannya ke Plana, Diaz terkesan dengan produk pengganti kayu ulin yang berbahan dasar sampah dari kulit padi dan plastik. Menurutnya, penggunaan produk ini menghindari kulit padi dibakar maupun pohon ditebang.
"Selain mengurangi sampah plastik dan kulit padi, inovasi ini berpotensi menggantikan penggunaan produk kayu ke depannya karena tekstur dan kekuatannya dibuat semirip mungkin. Bahkan, setelah penggunaan, produk bisa didaur ulang lagi di sini sehingga meminimalkan sampah," kata Diaz.
Lihat Juga :