Konfusianisme dan Praktik Hubungan Internasional

Kamis, 16 Februari 2023 - 20:11 WIB
loading...
A A A
Analisa kasus

Artikel ini memberikan uraian terhadap konsep asing untuk menjelaskan bahwa pengejaran Korea Utara terletak pada penerimaan dan bukan terhadap kuasa. Sementara itu, pendekatan Korea Utara merupakan pembentukan peran dan bukan aliansi, yang mencerminkan kontribusi Konfusian dalam hubungan internasional.

Motivasi utama dibalik pengejaran Korea Utara dalam senjata nuklir merupakan sebuah penerimaan – diterima sebagai kekuatan nuklir dalam system non-proliferasi, berakhirnya semua sanksi, dan pemeliharaan perdamaian dan keamanan abadi di Semenanjung Korea dan dunia. Korea Utara dan AS terlihat sebagai rival permanen, namun pertemuan historis secara sukses dilaksanakan pada Juni 2018. Korea Utara menggunakan metafora nasionalis dan familial di Korea Selatan dan China, menggunakan hubungan peran yang sudah ada antara AS- dan Korea selatan untuk mengembangkan hubungan peran yang baru, dan ketiga secara cepat mengembalikan hubungan mereka, menunjukkan bahwa keinginan untuk menghilangkan perasaan asing hanya dapat dilalui lewat hubungan peran yang dalam dan tidak terkoordinir pada awal interaksi. Interaksi tegang yang berbolak-balik antara Korea Utara dan Cina semalaman juga dapt mendemonstrasikan tidak adanya relevansi dari kekuatan realis.

Mengingat perkembangan pesat dari hubungan Utara-Selatan, proses perdamaian di Semenanjung Korea akan terus berlanjut terlepas dari keterlibatan AS. Apabila AS menolak pengajuan tidak langsung dari Korea Utara untuk denuklirisasi di Seoul, kita dapat melihat pelonggaran antara hubungan Utara-Selatan tanpa denuklirisasi, menciptakan ketegangan antara AS-Korea Selatan dan membahayakan kepemimpinan AS. Dengan kata lain, AS perlu untuk mempertimbangkan tidak hanya hubungan bilateralnya dengan Korea Selatan namun juga tiga hubungan bilateral lain yang terlibat, yang bukan merupakan perilaku berbasis aturan yang kita ketahui. Bahkan jika perilaku sekutu kecil Korea Selatan tidak konsisten dengan tujuan dari aliansi, AS masih memiliki kewajiban untuk memberikan respon yang positif, dan nanti ketika AS dan Korea Utara telah menjalin hubungan langsung, secara relatif akan lebih mudah bagi Washington dan Seoul, sebagai sekutu dari AS, memiliki kewajiban untuk menyesuaikan…

Akhir kata

Dalam Konfusianisme, hubungan dan peran memiliki inter-subjektivitas, namun hubungan ditetapkan lebih dulu sebelum interaksi, sedangkan peran membutuhkan improvisasi sesuai dengan kondisi selama interaksi. Kedua teori memiliki sudut pandang yang serupa secara etimologi, bahwa, inter-subjektivitas aktor dapat menggantikan otonomi mereka dan analisa kekuasaan dapat diseimbangkan lewat pengenalan terhadap budaya dan identitas. Untuk menghindari pengasingan bersama yang disebabkan oleh perbedaan budaya dan identitas, Konfusianisme membutuhkan aktor-aktor untuk membangun dan menjaga hubungan lewat permainan peran improvisasional, dan peran-peran ini diakui bersama, yang secara kontras berbeda dari hubungan berbasis aturan.

Dalam dasar Konfusianisme, manusia tidak memiliki gambar/rupa atau kemampuan yang sama seperti Tuhan dalam Kekristenan dan oleh karenanya, tidak ada praktik tradisi liberal didalam komunitas. Hubungan peran dipraktikan dengan konsensus bilateral, dan hubungan improvisasisonal sejarah semacam ini, seperti hubungan Sino-Korea, telah menciptakan hubungan bilateral apriori spesifik yang dieksekusi dan reproduksi secara berbeda dari hubungan apriori dari Barat. Hal ini bukan merupakan aksi pengejaran ontologi, jadi para aktor-aktor dapat memiliki tingkat improvisasi yang lebih tinggi daripada mengandalkan hubungan apriori.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Menhan Ungkap Asal Muasal...
Menhan Ungkap Asal Muasal Amerika Serikat Ajukan Overflight Access ke Indonesia
Menkomdigi Tegaskan...
Menkomdigi Tegaskan Pertukaran Data dengan AS Bukan Data Kependudukan
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Rekomendasi
Nissan Qashqai e-Power...
Nissan Qashqai e-Power Menempuh Jarak 1.300 KM dengan Tangki BBM Full
Timnas Indonesia dan...
Timnas Indonesia dan Oman Tiba, Lautan Suporter Padati Stadion GBK
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved