Jelang Pemilu 2024, Politik SARA Harus Dicegah Sejak Dini
Minggu, 12 Februari 2023 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, Kiai Amas menjelaskan, perlunya peran aktif dan kearifan semua tokoh untuk melakukan deteksi dini dan pencegah dini sebelum rumah Indonesia menjadi panas terbakar dan hangus meluas. Penegakkan hukum adalah bagian dari jalan upaya serius untuk mewujudkan Indonesia rukun, yang harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat sebagai bagian dari solusi menjaga pemilu 2024 berkualitas.
Keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan ormas lainnya, kata Kiai Amas, adalah ujung tombak untuk memperkuat, menggalang, menjaga, dan merawat kerukunan antarumar beragama serta keharmonisan masyarakat.
"Forum kebangsaan dan ormas moderat lainnya harus senantiasa proaktif dan netral jelang pemilu, menjaga umat tetap harmoni, bersinergi dengan para pihak dan juga para penyelenggara pemilu agar pemilu berjalan rukun, lancar, aman, dan damai," katanya.
Kiai Amas berharap terwujud pemilu berkualitas, jujur dan adil, jauh dari provokasi konflik SARA, terhentinya hoaks, fitnah, ujaran kebencian, serta dapat menghasilkan para pemimpin yang sah, kuat dan tangguh. "Kita harus menjadi yang terdepan cegah dini politik SARA mewujudkan Indonesia Maju, rukun dan damai, serta melahirkan para pemimpin yang menerima dan berpedoman kepada Pancasila dan UUD 1945," katanya.
Keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan ormas lainnya, kata Kiai Amas, adalah ujung tombak untuk memperkuat, menggalang, menjaga, dan merawat kerukunan antarumar beragama serta keharmonisan masyarakat.
"Forum kebangsaan dan ormas moderat lainnya harus senantiasa proaktif dan netral jelang pemilu, menjaga umat tetap harmoni, bersinergi dengan para pihak dan juga para penyelenggara pemilu agar pemilu berjalan rukun, lancar, aman, dan damai," katanya.
Kiai Amas berharap terwujud pemilu berkualitas, jujur dan adil, jauh dari provokasi konflik SARA, terhentinya hoaks, fitnah, ujaran kebencian, serta dapat menghasilkan para pemimpin yang sah, kuat dan tangguh. "Kita harus menjadi yang terdepan cegah dini politik SARA mewujudkan Indonesia Maju, rukun dan damai, serta melahirkan para pemimpin yang menerima dan berpedoman kepada Pancasila dan UUD 1945," katanya.
(abd)
Lihat Juga :