Beredar Surat Perjanjian Anies dan Sandi, Erwin Aksa: Bukan Itu yang Saya Lihat
Minggu, 12 Februari 2023 - 14:59 WIB
loading...
Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno berpasangan maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Erwin Aksa menyatakan tidak pernah memegang surat perjanjian antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang asli. Namun ia memastikan surat yang dibuat saat Pilkada DKI Jakarta 2017 itu tidak seperti yang beredar luas di media sosial.
"Saya nggak pernah pegang aslinya dan bukan itu yang saya lihat," kata kepada MNC Portal Indonesia, Minggu, (12/2/2023).
Untuk diketahui, media sosial dihebohkan dengan beredarnya surat pernyataan pengakuan utang Anies Baswedan ke Sandiaga Uno. Di dalamnya tertulis, Anies meminjam uang dengan total Rp92 Miliar kepada Sandiaga Uno untuk dana kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.
Tercantum dalam surat pernyataan itu dibuat pada 9 Maret 2017 dan ditandatangani oleh Anies Baswedan di atas materai 6000. Tertulis nama Erwin Aksa dalam surat itu sebagai pihak penjamin.
Terdapat tujuh poin dalam surat yang dilengkapi identitas Anies Baswedan seperti tempat, tanggal lahir, alamat, dan nomor KTP. Berikut ini rinciannya:
1. Surat pernyataan ini adalah tambahan dari surat pernyataan pengkuan utang pertama yang dibuat tertanggal 2 Januari 2017 dengan Dana Pinjaman sebesar Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) (Pengakuan Hutang 1) dan surat pernyataan pengakuan hutang kedua tertanggal 2 Februari 2017 dengan Dana Pinjaman sebesar Rp30.000.000.000.00 (tiga puluh miliar rupiah) (Pengakuan Hutang II).
"Saya nggak pernah pegang aslinya dan bukan itu yang saya lihat," kata kepada MNC Portal Indonesia, Minggu, (12/2/2023).
Untuk diketahui, media sosial dihebohkan dengan beredarnya surat pernyataan pengakuan utang Anies Baswedan ke Sandiaga Uno. Di dalamnya tertulis, Anies meminjam uang dengan total Rp92 Miliar kepada Sandiaga Uno untuk dana kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.
Tercantum dalam surat pernyataan itu dibuat pada 9 Maret 2017 dan ditandatangani oleh Anies Baswedan di atas materai 6000. Tertulis nama Erwin Aksa dalam surat itu sebagai pihak penjamin.
Terdapat tujuh poin dalam surat yang dilengkapi identitas Anies Baswedan seperti tempat, tanggal lahir, alamat, dan nomor KTP. Berikut ini rinciannya:
1. Surat pernyataan ini adalah tambahan dari surat pernyataan pengkuan utang pertama yang dibuat tertanggal 2 Januari 2017 dengan Dana Pinjaman sebesar Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) (Pengakuan Hutang 1) dan surat pernyataan pengakuan hutang kedua tertanggal 2 Februari 2017 dengan Dana Pinjaman sebesar Rp30.000.000.000.00 (tiga puluh miliar rupiah) (Pengakuan Hutang II).
Lihat Juga :