Komnas HAM Ungkap Laporan Deportasi Pekerja Migran dari Malaysia
Rabu, 15 Juli 2020 - 16:13 WIB
loading...
Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) bersiap untuk naik ke kapal di ruang tunggu Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat pada 30 Mei 2020 lalu. Foto/dok.SINDOnews lalu
A
A
A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) mencatat terjadinya pelanggaran HAM terhadap 900 orang pekerja migran yang dideportasi dari Malaysia. Ratusan pekerja undocumented itu mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, baik ketika ditahan sementara di Malaysia maupun ketika sampai di lokasi penampungan di Indonesia.
Anggota Komnas HAM Bidang Pemantauan dan Penyelidikan M Choirul Anam menyatakan pihaknya menerima pengaduan dari Koalisi Buruh Migran Berdaulat soal kondisi berbagai pelanggran HAM yang dialami pekerja migran undocumented di Sabah-Malaysia yang dideportasi ke Indonesia melalui Nunukan dan Makassar.
(Baca: Komnas HAM Ungkap Nasib Miris Pekerja Migran di Negara yang Terapkan Lockdown)
Deportasi sebanyak tiga gelombang 900 pekerja migran ini dilaksanakan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Selama tahanan sementara di Sabah mereka diperlakukan tidak manusiawi (termasuk didalamnya mendapatkan cambukan).
Selama proses di Indonesia, lanjut Anam, khususnya di penampungan Makassar, kebutuhan akan obat dan pelayanan medis akibat perlakuan tidak manusiawi di Sabah kurang mendapatkan perhatian.
Anggota Komnas HAM Bidang Pemantauan dan Penyelidikan M Choirul Anam menyatakan pihaknya menerima pengaduan dari Koalisi Buruh Migran Berdaulat soal kondisi berbagai pelanggran HAM yang dialami pekerja migran undocumented di Sabah-Malaysia yang dideportasi ke Indonesia melalui Nunukan dan Makassar.
(Baca: Komnas HAM Ungkap Nasib Miris Pekerja Migran di Negara yang Terapkan Lockdown)
Deportasi sebanyak tiga gelombang 900 pekerja migran ini dilaksanakan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Selama tahanan sementara di Sabah mereka diperlakukan tidak manusiawi (termasuk didalamnya mendapatkan cambukan).
Selama proses di Indonesia, lanjut Anam, khususnya di penampungan Makassar, kebutuhan akan obat dan pelayanan medis akibat perlakuan tidak manusiawi di Sabah kurang mendapatkan perhatian.
Lihat Juga :