Analis Komunikasi Politik Beberkan Cara Maksimalkan Peran Anak Muda di Dunia Politik
Rabu, 08 Februari 2023 - 19:34 WIB
loading...
Analisis Komunikasi Politik Silvanus Alvin menyebutkan generasi muda jangan hanya menjadi pasar menjelang gelaran kontestasi elektoral pada 2024 mendatang. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Dosen sekaligus Analis Komunikasi Politik Silvanus Alvin menyebutkan generasi muda jangan hanya menjadi "pasar" menjelang gelaran kontestasi elektoral pada 2024 mendatang. Menurutnya, pemuda juga harus menunjukkan perannya dalam dunia politik Tanah Air.
Dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo bertajuk 'Politik di Era Digital, Bergantung pada Peran dan Suara Milenial', ia membeberkan cara-cara agar peran pemuda dapat ditingkatkan. Baca juga: Silvanus Alvin Sarankan Parpol Gunakan Politainment Dekati Milenial dan Gen Z
"Pertama, cara cepatnya Anda (pemuda) turun, jadi anak muda yang betul-betul tertarik politik turun ke politik. Tetapi benar-benar berdasarkan panggilan hati," ujar Alvin, Rabu (8/2/2023).
Selanjutnya, yang bisa membuat maksimal peran pemuda dalam politik juga bisa dilakukan oleh politisi yang saat ini sudah terjun dalam dunia tersebut. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan membuat sebuah sistem yang mendukung peran pemuda.
Ia mencontohkan di Taiwan meluncurkan sebuah aplikasi yang bernama V-Taiwan. "V ini kepanjangan dari vote, voice, sama virtual. Jadi bagaimana mereka bisa menangkap suara dari rakyatnya itu terhadap sebuah kebijakan," jelasnya.
Dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo bertajuk 'Politik di Era Digital, Bergantung pada Peran dan Suara Milenial', ia membeberkan cara-cara agar peran pemuda dapat ditingkatkan. Baca juga: Silvanus Alvin Sarankan Parpol Gunakan Politainment Dekati Milenial dan Gen Z
"Pertama, cara cepatnya Anda (pemuda) turun, jadi anak muda yang betul-betul tertarik politik turun ke politik. Tetapi benar-benar berdasarkan panggilan hati," ujar Alvin, Rabu (8/2/2023).
Selanjutnya, yang bisa membuat maksimal peran pemuda dalam politik juga bisa dilakukan oleh politisi yang saat ini sudah terjun dalam dunia tersebut. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan membuat sebuah sistem yang mendukung peran pemuda.
Ia mencontohkan di Taiwan meluncurkan sebuah aplikasi yang bernama V-Taiwan. "V ini kepanjangan dari vote, voice, sama virtual. Jadi bagaimana mereka bisa menangkap suara dari rakyatnya itu terhadap sebuah kebijakan," jelasnya.
Lihat Juga :