Saling Sandera Koalisi Pilpres 2024, Rentan Patah di Jalan
Rabu, 08 Februari 2023 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
"Mendekati pileg dan Pilpres 2024, setiap komponen bangsa perlu memastikan suasana politik nasional yang kondusif. Kita mengapresiasi upaya utk menciptakan dan memelihara iklim demokrasi yang kondusif," ujar Habib Aboe.
PKS, kata dia, terus menguatkan dan mematangkan Koalisi Perubahan bersama Nasdem dan Demokrat dalam menyiapkan Pilpres 2024. Kendati demikian, PKS berkomitmen terus mengembangkan dialog dengan partai-partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi.
"Kita bersilaturahmi ke Partai Golkar karena Partai Golkar adalah salah satu kekuatan politik utama yang punya potensi dalam menciptakan stabilitas sosial dan politik bangsa," imbuhnya.
Dia menilai PKS-Golkar juga memiliki kesamaan pandangan bahwa sistem proporsional terbuka lebih cocok buat kemajuan demokrasi di Indonesia, "Kita tidak boleh mundur ke belakang dengan kembali menerapkan sistem proporsional tertutup. Apa yang sudah berjalan dengan sistem proporsional terbuka sudah tepat untuk dilanjutkan di Pemilu 2024," ungkapnya.
Adapun mengenai koalisi, PKS sangat menghormati sikap politik Golkar yang saat ini sedang membentuk KIB bersama PAN dan PPP. Namun, PKS tetap membuka peluang kerja sama jika Golkar ingin bergabung bersama PKS mengusung Anies Rasyid Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres) bersama sama Partai Demokrat dan Nasdem. "Kami terbuka jika ada keinginan untuk bersama-sama di Pilpres 2024," katanya.
Setelah bertandang ke Nasdem dan Golkar, Habib Aboe memastikan PKS bakal terus menggelar Silaturahim Kebangsaan dengan partai politik lainnya. "Selain Partai Golkar kita juga akan terus bersilaturrahim dan berdialog dengan partai-partai yang lain dalam waktu dekat ini. Memastikan demokrasi yang sehat adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan bahwa pertemuan dengan pimpinan PKS juga membahas tentang menjaga suasana Demokrasi semakin baik. "Pertemuan tadi berisi bagaimana tentang kematangan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai bangsa yang besar tentunya melalui prospektif konsolidasi, agar suasana kehidupan Demokrasi kita semakin baik," kata Doli.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik sekaligus CEO dan Founder Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa koalisi partai politik untuk Pilpres 2024 masih sedang mencari bentuk. “Belum ada yang jelas, masih pada tahap penjajakan, PDKT (pendekatan, red). Masih sedang mencari pola,” kata Pangi kepada SINDOnews, Selasa (7/2/2023).
Pangi melihat belum ada geliat yang klir di antara partai politik (parpol) tersebut. “Kalau kita lihat saling sambang menyambangi, saling kunjung mengunjungi itu kan bagian dari cara partai politik melakukan pendekatan, penyamaan persepsi, platfom kebijakannya, program,” ujar Pangi.
Dia melanjutkan, termasuk membahas capres dan cawapres 2024. “Sebetulnya ini mencari chemistry sih. Ini bagian dari dinamika, masih saling adu strategi, saling sandera menyandera, selain saling memainkan kartu,” ungkap Pangi.
Dia menilai pertemuan petinggi parpol tersebut hal biasa dalam politik. “Karena belum ada saling mengunci, saling mengikat. Jadi, KIB masih leluasa untuk bergerak ke mana pun. Termasuk Koalisi Perubahan, masih liar, embrionya juga belum ada ikatan atau deklarasi yang piagam mengikat partai agar tidak bisa saling kunjung mengunjungi, kan enggak ada juga,” jelasnya.
Maka itu, dia menilai dimungkinkan Koalisi Perubahan berupaya mengajak Golkar bergabung atau sebaliknya. “Jadi, ini koalisi sangat rentan mengalami patahan di tengah jalan karena basisnya itu cenderung transaksional pragmatis dalam konteks capres dan cawapres saja misalnya,” pungkasnya.
PKS, kata dia, terus menguatkan dan mematangkan Koalisi Perubahan bersama Nasdem dan Demokrat dalam menyiapkan Pilpres 2024. Kendati demikian, PKS berkomitmen terus mengembangkan dialog dengan partai-partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi.
"Kita bersilaturahmi ke Partai Golkar karena Partai Golkar adalah salah satu kekuatan politik utama yang punya potensi dalam menciptakan stabilitas sosial dan politik bangsa," imbuhnya.
Dia menilai PKS-Golkar juga memiliki kesamaan pandangan bahwa sistem proporsional terbuka lebih cocok buat kemajuan demokrasi di Indonesia, "Kita tidak boleh mundur ke belakang dengan kembali menerapkan sistem proporsional tertutup. Apa yang sudah berjalan dengan sistem proporsional terbuka sudah tepat untuk dilanjutkan di Pemilu 2024," ungkapnya.
Adapun mengenai koalisi, PKS sangat menghormati sikap politik Golkar yang saat ini sedang membentuk KIB bersama PAN dan PPP. Namun, PKS tetap membuka peluang kerja sama jika Golkar ingin bergabung bersama PKS mengusung Anies Rasyid Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres) bersama sama Partai Demokrat dan Nasdem. "Kami terbuka jika ada keinginan untuk bersama-sama di Pilpres 2024," katanya.
Setelah bertandang ke Nasdem dan Golkar, Habib Aboe memastikan PKS bakal terus menggelar Silaturahim Kebangsaan dengan partai politik lainnya. "Selain Partai Golkar kita juga akan terus bersilaturrahim dan berdialog dengan partai-partai yang lain dalam waktu dekat ini. Memastikan demokrasi yang sehat adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan bahwa pertemuan dengan pimpinan PKS juga membahas tentang menjaga suasana Demokrasi semakin baik. "Pertemuan tadi berisi bagaimana tentang kematangan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai bangsa yang besar tentunya melalui prospektif konsolidasi, agar suasana kehidupan Demokrasi kita semakin baik," kata Doli.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik sekaligus CEO dan Founder Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa koalisi partai politik untuk Pilpres 2024 masih sedang mencari bentuk. “Belum ada yang jelas, masih pada tahap penjajakan, PDKT (pendekatan, red). Masih sedang mencari pola,” kata Pangi kepada SINDOnews, Selasa (7/2/2023).
Pangi melihat belum ada geliat yang klir di antara partai politik (parpol) tersebut. “Kalau kita lihat saling sambang menyambangi, saling kunjung mengunjungi itu kan bagian dari cara partai politik melakukan pendekatan, penyamaan persepsi, platfom kebijakannya, program,” ujar Pangi.
Dia melanjutkan, termasuk membahas capres dan cawapres 2024. “Sebetulnya ini mencari chemistry sih. Ini bagian dari dinamika, masih saling adu strategi, saling sandera menyandera, selain saling memainkan kartu,” ungkap Pangi.
Dia menilai pertemuan petinggi parpol tersebut hal biasa dalam politik. “Karena belum ada saling mengunci, saling mengikat. Jadi, KIB masih leluasa untuk bergerak ke mana pun. Termasuk Koalisi Perubahan, masih liar, embrionya juga belum ada ikatan atau deklarasi yang piagam mengikat partai agar tidak bisa saling kunjung mengunjungi, kan enggak ada juga,” jelasnya.
Maka itu, dia menilai dimungkinkan Koalisi Perubahan berupaya mengajak Golkar bergabung atau sebaliknya. “Jadi, ini koalisi sangat rentan mengalami patahan di tengah jalan karena basisnya itu cenderung transaksional pragmatis dalam konteks capres dan cawapres saja misalnya,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :