Minta Maaf, Bripka Madih Peluk Penyidik yang Disebut Lakukan Pemerasan
Selasa, 07 Februari 2023 - 12:27 WIB
loading...
Bripka Madih menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada eks penyidik Polda Metro Jaya yakni, TG atas tuduhan pemerasan.Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Bripka Madih menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada eks penyidik Polda Metro Jaya yakni, TG atas tuduhan pemerasan hingga videonya viral. Madih juga memeluk TG saat keduanya bertemu di Polda Metro Jaya.
"Pak Bripka Madih langsung mendatangi TG, memeluk, dan minta maaf Pak Haji. Saya mohon maaf. Kami salut dan sikap gentle dari Bripka Madih," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Polda Metro Jaya, Selasa (7/2/2023).
Trunoyudo mengatakan, pihaknya mengonfrontir Bripka Madih dan TG agar jangan sampai berkembang suatu opini yang salah di masyarakat. Dalam konfrontir tersebut dipastikan tidak ada pemerasan dalam kasus tersebut.
"Jadi, artinya setelah dikonfrontir ini tidak ada dapat dibuktikan pemerasan," kata Trunoyudo. Baca: Bripka Madih Dilaporkan Puluhan Orang Terkait Patok Rumah Warga Jatiwarna Bekasi
Trunoyudo menjelaskan, penyidik TG dan Bripka Madih sama-sama tidak membantah adanya laporan sengketa lahan pada 2011. Kemudian, pihak Polda Metro Jaya menanyakan apakah ada permintaan uang dari TG kepada pelapor, dalam hal ini adalah ibunda Madih. TG kemudian membantahnya.
TG menyebut saat keduanya bertemu di Subdit Kamneg tidak memiliki ruang khusus dan terdapat sekitar 14 penyidik saat itu.
Diketahui, Bripka Madih sebelumnya viral di media sosial setelah mengaku diperas oleh polisi atas laporan sengketa tanah orang tuanya.
"Pak Bripka Madih langsung mendatangi TG, memeluk, dan minta maaf Pak Haji. Saya mohon maaf. Kami salut dan sikap gentle dari Bripka Madih," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Polda Metro Jaya, Selasa (7/2/2023).
Trunoyudo mengatakan, pihaknya mengonfrontir Bripka Madih dan TG agar jangan sampai berkembang suatu opini yang salah di masyarakat. Dalam konfrontir tersebut dipastikan tidak ada pemerasan dalam kasus tersebut.
"Jadi, artinya setelah dikonfrontir ini tidak ada dapat dibuktikan pemerasan," kata Trunoyudo. Baca: Bripka Madih Dilaporkan Puluhan Orang Terkait Patok Rumah Warga Jatiwarna Bekasi
Trunoyudo menjelaskan, penyidik TG dan Bripka Madih sama-sama tidak membantah adanya laporan sengketa lahan pada 2011. Kemudian, pihak Polda Metro Jaya menanyakan apakah ada permintaan uang dari TG kepada pelapor, dalam hal ini adalah ibunda Madih. TG kemudian membantahnya.
TG menyebut saat keduanya bertemu di Subdit Kamneg tidak memiliki ruang khusus dan terdapat sekitar 14 penyidik saat itu.
Diketahui, Bripka Madih sebelumnya viral di media sosial setelah mengaku diperas oleh polisi atas laporan sengketa tanah orang tuanya.
Lihat Juga :