Nasdem Sangkal Surya Paloh dan Airlangga Ngobrolin Perpanjangan Jabatan Presiden
Jum'at, 03 Februari 2023 - 18:49 WIB
loading...
A
A
A
"Pertemuan itu tidak membahas hal-hal seperti itu, selama ini kita terjebak pada narasi-narasi ketika kita berbeda pilihan, Nasdem berbeda pilihannya pada Pilpres 2024, kemudian Nasdem dan Golkar bermusuhan gara-gara perbedaan pilihan itu, ini kan tidak sehat," tegasnya.
Menurut anggota Komisi III DPR ini, dalam pertemuan itu Nasdem mencoba untuk mentradisikan pikiran-pikiran bahkan menghilangkan pikiran konspiratif. Nasdem, kata dia, selalu mendiskusikan dan melihat bahwa politik harus dipandang suatu sarana dan wadah untuk memperbaiki bangsa.
Baca: Surya Paloh Akui Dipanggil Jokowi, Ngobrol 1 Jam 20 Menit
"Supaya keniscayaan perbedaan itu tidak membuat kita saling bermusuhan, supaya keinginan Presiden Jokowi untuk menurunkan tensi politik itu harus nyata adanya upaya untuk menurunkan ketegangan itu nyata harus kita lakukan, nyatanya harus membangun komunikasi partai-partai politik yang berbeda," terang Ali.
Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa ketika Nasdem dan Golkar, meskipun berbeda ketika keduanya bertemu bukan lantas membahas untuk Nasdem meninggalkan Anies Baswedan atau Golkar meninggalkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
"Ketika Nasdem dan Golkar (yang) berbeda, ketika kami bertemu kami berbicara harus meninggalkan Anies, meninggalkan yang diusung KIB. Tidak pada ruang itu, tapi memahami, mendiskusikan perbedaan itu saling memahami, kalau itu bisa dilakukan kita bisa melewatkan masa-masa sulit yang dapat menguatkan demokrasi kita," pungkasnya.
Menurut anggota Komisi III DPR ini, dalam pertemuan itu Nasdem mencoba untuk mentradisikan pikiran-pikiran bahkan menghilangkan pikiran konspiratif. Nasdem, kata dia, selalu mendiskusikan dan melihat bahwa politik harus dipandang suatu sarana dan wadah untuk memperbaiki bangsa.
Baca: Surya Paloh Akui Dipanggil Jokowi, Ngobrol 1 Jam 20 Menit
"Supaya keniscayaan perbedaan itu tidak membuat kita saling bermusuhan, supaya keinginan Presiden Jokowi untuk menurunkan tensi politik itu harus nyata adanya upaya untuk menurunkan ketegangan itu nyata harus kita lakukan, nyatanya harus membangun komunikasi partai-partai politik yang berbeda," terang Ali.
Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa ketika Nasdem dan Golkar, meskipun berbeda ketika keduanya bertemu bukan lantas membahas untuk Nasdem meninggalkan Anies Baswedan atau Golkar meninggalkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
"Ketika Nasdem dan Golkar (yang) berbeda, ketika kami bertemu kami berbicara harus meninggalkan Anies, meninggalkan yang diusung KIB. Tidak pada ruang itu, tapi memahami, mendiskusikan perbedaan itu saling memahami, kalau itu bisa dilakukan kita bisa melewatkan masa-masa sulit yang dapat menguatkan demokrasi kita," pungkasnya.
Lihat Juga :