Jokowi: Selamat Tahun Baru Imlek, Gong Xi Fa Cai
Minggu, 22 Januari 2023 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
Di era Dinasti, kegiatan perayaan juga terus berkembang. Hal ini ditunjukan dengan munculnya hal baru seperti membakar bambu untuk membuat suara retakan yang cukup keras. Beralih ke Dinasti Wei dan Jin, selain menyembah para dewa dan leluhur, orang-orang mulai melakukan hal lain yang bisa menghibur mereka.
Contohnya seperti kumpul keluarga untuk membersihkan rumah bersama, makan malam, hingga begadang di malam tahun baru. Seiring kemakmuran ekonomi China selama Dinasti Tang, Song, dan Qing, perayaan Imlek menjadi semakin meriah. Hiburan-hiburan baru muncul seperti menyalakan petasan, memakan pangsit bersama, hingga mengunjungi saudara ataupun teman.
Tak berselang lama, kegiatan lain yang lebih menghibur bermunculan kembali. Di antaranya ada taria naga barongsai hingga pertunjukan lampion yang tentunya masih banyak dilihat sampai era modern ini. Dalam sejarahnya, perayaan Imlek ini ternyata juga pernah dilarang. Mengutip laman History, hal ini terjadi saat era pemerintahan Partai Komunis Mao Zedong tahun 1949.
Saat itu, mereka melarang perayaan Imlek dan beralih mengikuti kalender Gregorian. Namun, hal tersebut kembali berubah pada akhir abad ke-20. Para pemimpin Tiongkok telah menerima kembali tradisi Imlek dan terus dirayakan setiap tahunnya sampai sekarang.
Contohnya seperti kumpul keluarga untuk membersihkan rumah bersama, makan malam, hingga begadang di malam tahun baru. Seiring kemakmuran ekonomi China selama Dinasti Tang, Song, dan Qing, perayaan Imlek menjadi semakin meriah. Hiburan-hiburan baru muncul seperti menyalakan petasan, memakan pangsit bersama, hingga mengunjungi saudara ataupun teman.
Tak berselang lama, kegiatan lain yang lebih menghibur bermunculan kembali. Di antaranya ada taria naga barongsai hingga pertunjukan lampion yang tentunya masih banyak dilihat sampai era modern ini. Dalam sejarahnya, perayaan Imlek ini ternyata juga pernah dilarang. Mengutip laman History, hal ini terjadi saat era pemerintahan Partai Komunis Mao Zedong tahun 1949.
Saat itu, mereka melarang perayaan Imlek dan beralih mengikuti kalender Gregorian. Namun, hal tersebut kembali berubah pada akhir abad ke-20. Para pemimpin Tiongkok telah menerima kembali tradisi Imlek dan terus dirayakan setiap tahunnya sampai sekarang.
(maf)
Lihat Juga :