Seknas Jokowi: Reshuffle Kabinet Hak Prerogatif Presiden
Selasa, 14 Juli 2020 - 09:34 WIB
loading...
Pembina Seknas Jokowi DKI Jakarta Daeng Rijal. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Isu perombakan kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin yang menyeruak belakangan ini ditanggapi Pembina Seknas Jokowi DKI Jakarta Daeng Rijal sebagai desas-desus yang tidak penting.
"Menyikapi desas-desus reshuffle kabinet , jangan ada yang memanfaatkan momentum ini. Ini bukan hak perorangan atau kelompok untuk menilai. Mari semua kita serahkan kepada Bapak Presiden untuk menilai kinerja para menteri kabinetnya karena Presiden yang lebih tahu menterinya," ujar Daeng Rijal, Selasa (14/7/2020). (Baca juga: Rampingkan 18 Lembaga, Jokowi Ingin Organisasi Pemerintahan Sederhana)
Daeng Rijal mengatakan, penilaian terhadap kinerja menteri lebih baik diserahkan kepada Presiden karena hal tersebut merupakan hak prerogatif Presiden.
"Kami Relawan Seknas Jokowi menilai kinerja menteri Kabinet Jokowi saat ini masih sangat baik. Tolong jangan diganggu agar para menteri ini bisa bekerja dengan baik dan tetap fokus serta efektif bekerja untuk mensejahterahkan semua lapisan masyarakat," tutur Daeng.
Lebih jauh Daeng Rijal berpendapat, pandemi Covid-19 pada awalnya membuat semua orang, termasuk para menteri agak berhati-hati dalam bertindak. Apalagi sebelumnya ada seorang menteri terpapar virus corona dan akhirnya sembuh.
"Menyikapi desas-desus reshuffle kabinet , jangan ada yang memanfaatkan momentum ini. Ini bukan hak perorangan atau kelompok untuk menilai. Mari semua kita serahkan kepada Bapak Presiden untuk menilai kinerja para menteri kabinetnya karena Presiden yang lebih tahu menterinya," ujar Daeng Rijal, Selasa (14/7/2020). (Baca juga: Rampingkan 18 Lembaga, Jokowi Ingin Organisasi Pemerintahan Sederhana)
Daeng Rijal mengatakan, penilaian terhadap kinerja menteri lebih baik diserahkan kepada Presiden karena hal tersebut merupakan hak prerogatif Presiden.
"Kami Relawan Seknas Jokowi menilai kinerja menteri Kabinet Jokowi saat ini masih sangat baik. Tolong jangan diganggu agar para menteri ini bisa bekerja dengan baik dan tetap fokus serta efektif bekerja untuk mensejahterahkan semua lapisan masyarakat," tutur Daeng.
Lebih jauh Daeng Rijal berpendapat, pandemi Covid-19 pada awalnya membuat semua orang, termasuk para menteri agak berhati-hati dalam bertindak. Apalagi sebelumnya ada seorang menteri terpapar virus corona dan akhirnya sembuh.
Lihat Juga :