Pemuda Muhammadiyah Desak KSAD Terapkan Pendidikan Online

Minggu, 12 Juli 2020 - 09:53 WIB
Cak Nanto mengaku khawatir, jika ribuan orang menjalani karantina di barak, maka upaya memutus mata rantai penularan akan gagal. Ia menilai, tempat tinggal para siswa di Secapa TNI AD tidak layak sebagai tempat karantina mandiri.

"Secepatnya harus cari model baru, kalau perlu sekolahnya daring dulu. Untuk fisik dan kesamptaaan setiap calon perwira bisa dilakukan kalau situasi sudah kondusif. Kalau seperti sekarang (karantina di barak) terlalu berisiko. Bahkan kalau perlu di rumah sakitkan semua, jadi bisa terpisah secara khusus," demikian penjelasan Cak Nanto melalui keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2020).

Pria yang juga Mantan Koordinator Nasional Jaringan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) itu menjelaskan, TNI/Polri adalah garda terdepan dalam memutus mata rantai Corona,. Atas dasar itulah Pemuda Muhgammdiyah mendesak pihak-pihak yang memiliki kewenangan di TNI AD memberi teladan dengan mengambil keputusan cepat.

"Kita tahu yang menjadi garda terdepan selain tenaga medis kan TNI/Polri, menurut saya perlu memberi teladan bagaimana upaya memutus penularan Covid-19," kata Cak Nanto.

Cak Nanto menaruh perhatian serius terkait potensi penyebaran Corona di Secapa TNI AD, di mana sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI 3 matra, dan Sekolah Staf Pimpinan (Sespim) Polri yang siswanya merupakan perwira senior yang usianya di atas 45 tahun. Dalam kajian medis, orang pada usia tersebut sangat rentan tertular Covid-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!