Secapa Bandung Diisolasi Akibat Corona, Warga Sekitar Diminta Tak Panik
Sabtu, 11 Juli 2020 - 07:02 WIB
“Masyarakat jangan terlalu khawatir. Kalau satu titik, apalagi militer, itu lebih disiplin dalam lokalisir karantinanya dan orang berlatar belakang militer memiliki fisik yang kuat dan disiplin yang tinggi dalam melakukan isolasi,” ucap Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, kemarin.
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menyebutkan, dari ratusan siswa Secapa AD yang sudah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, hanya 17 siswa di antaranya yang menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa proses penyembuhan siswa yang terpapar Covid-19 akan lebih cepat.
Beredar kabar, penyebaran virus di kluster Secapa AD ini berawal pada 21 Juni 2020 saat sejumlah siswa melaksanakan pesiar (libur). Pada 25 Juni 2020, tiga orang siswa dan satu orang PNS perawat KSA Secapa AD berobat di Rumah Sakit Dustira. Setelah menjalani rapid test, mereka dinyatakan reaktif. Begitu pun swab test, hasilnya positif.
Info juga menyebutkan bahwa pada 30 Juni 2020, hasil rapid test terhadap 188 orang di Secapa AD adalah reaktif. Berdasarkan pemeriksaan lanjutan dengan swab test, hasilnya juga 178 positif Covid-19. Pada 2 Juli 2020, dari 836 siswa dan organik di lingkungan Secapa AD yang melakukan swab test massal terdapat 669 orang positif Covid-19. Hingga 7 Juli 2020 diperoleh data bahwa hasil swab test menunjukkan 1.200 orang positif Covid-19. (Baca juga: Perkuat Pengaruh di Libya, Turki Dituduh Mengepung Mesir)
Ridwan Kamil yang dikonfirmasi kabar tersebut mengaku belum bisa memastikan kebenarannya. “Contoh, di awal-awal kan laporannya 200 (orang) yah, maka kami sampaikan kepada masyarakat sesuai informasi. Di hari berikutnya, setelah ada pengumuman dari pusat, diumumkannya 962. Itu kalau ditotal, dilaporkannya kan sebetulnya dalam tiga hari, totalnya 1.200-an (orang),” terangnya.
“Saya lihat datanya misalkan kemarin 962, yang dari Secapanya 910, berarti sisanya pola normal. Di luar itu, sebenarnya angka Jabar rata-rata 40, 60, 50 , yang isu (positif lebih dari) 2.000 itu belum dengar laporannya. Tapi, Pak Doni Monardo sudah menyatakan data tidak boleh ditutup-tutupi. Kalau baik, bilang baik. Kalau buruk, bilang buruk, semuanya hadapi bersama-sama,” sambung Kang Emil.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, dia menginstruksikan jajaran Gugus Tugas Provinsi Jabar dan Kota Bandung untuk melakukan pelacakan keluarga siswa Secapa AD yang dinyatakan positif Covid-19 itu. Terlebih, kata dia, setiap siswa memiliki jatah pesiar sehari dalam seminggu.
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menyebutkan, dari ratusan siswa Secapa AD yang sudah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, hanya 17 siswa di antaranya yang menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa proses penyembuhan siswa yang terpapar Covid-19 akan lebih cepat.
Beredar kabar, penyebaran virus di kluster Secapa AD ini berawal pada 21 Juni 2020 saat sejumlah siswa melaksanakan pesiar (libur). Pada 25 Juni 2020, tiga orang siswa dan satu orang PNS perawat KSA Secapa AD berobat di Rumah Sakit Dustira. Setelah menjalani rapid test, mereka dinyatakan reaktif. Begitu pun swab test, hasilnya positif.
Info juga menyebutkan bahwa pada 30 Juni 2020, hasil rapid test terhadap 188 orang di Secapa AD adalah reaktif. Berdasarkan pemeriksaan lanjutan dengan swab test, hasilnya juga 178 positif Covid-19. Pada 2 Juli 2020, dari 836 siswa dan organik di lingkungan Secapa AD yang melakukan swab test massal terdapat 669 orang positif Covid-19. Hingga 7 Juli 2020 diperoleh data bahwa hasil swab test menunjukkan 1.200 orang positif Covid-19. (Baca juga: Perkuat Pengaruh di Libya, Turki Dituduh Mengepung Mesir)
Ridwan Kamil yang dikonfirmasi kabar tersebut mengaku belum bisa memastikan kebenarannya. “Contoh, di awal-awal kan laporannya 200 (orang) yah, maka kami sampaikan kepada masyarakat sesuai informasi. Di hari berikutnya, setelah ada pengumuman dari pusat, diumumkannya 962. Itu kalau ditotal, dilaporkannya kan sebetulnya dalam tiga hari, totalnya 1.200-an (orang),” terangnya.
“Saya lihat datanya misalkan kemarin 962, yang dari Secapanya 910, berarti sisanya pola normal. Di luar itu, sebenarnya angka Jabar rata-rata 40, 60, 50 , yang isu (positif lebih dari) 2.000 itu belum dengar laporannya. Tapi, Pak Doni Monardo sudah menyatakan data tidak boleh ditutup-tutupi. Kalau baik, bilang baik. Kalau buruk, bilang buruk, semuanya hadapi bersama-sama,” sambung Kang Emil.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, dia menginstruksikan jajaran Gugus Tugas Provinsi Jabar dan Kota Bandung untuk melakukan pelacakan keluarga siswa Secapa AD yang dinyatakan positif Covid-19 itu. Terlebih, kata dia, setiap siswa memiliki jatah pesiar sehari dalam seminggu.
Lihat Juga :