CSIS: Partai Perindo Perlu Tingkatkan Keterpilihan dari Anak Muda
Jum'at, 09 Desember 2022 - 15:16 WIB
Arya Fernandes menyebutkan karena yang tahu anak muda itu anak muda, sehingga biasanya caleg dari anak muda paling tahu generasinya dibandingkan dengan caleg yang sudah berusia di atas 40 tahun
Arya Fernandes mengungkapkan ada perubahan dari pemilih muda dalam Pemilihan Umum 2024 yakni leadership style atau kepemimpinan nasional. "Kalau 2019 dulu publik suka pemimpin yang populis atau merakyat, namun jelang 2024, orang tidak lagi suka pemimpin yang populis tapi yang bersih dan antikorupsi," terang dia.
Baca juga: Partai Perindo Optimistis Raih 3.000 Kursi DPRD di 2024, TGB: Bukan Hal Mustahil
Generasi muda kata dia juga mempunyai perhatian besar dalam isu-isu baru pasca Covid-19. Mereka memiliki kepedulian sangat tinggi terhadap isu kesehatan, lingkungan hidup, bencana, perubahan iklim, ketenagakerjaan, demokrasi, dan korupsi. "Jadi partai politik harus memiliki engagement dalam berbagai isu ini. Kalau ada jubir yang memiliki fokus di hal-hal tersebut mungkin bisa menarik pemilih muda," ungkap Arya Fernandes.
Pemilih muda kata dia juga tidak tertarik isu polarisasi dan agama dan cenderung lebih progresif dengan isu-isu aktual di tengah mereka. "Partisipasi politik pemilih muda mengalami peningkatan dari 2014 dan 2019 serta di 2024. Anak muda memiliki perhatian sangat tinggi terhadap isu ekonomi terutama lapangan pekerjaan, freedom of speech, isu korupsi," tuturnya.
Arya Fernandes mengungkapkan ada perubahan dari pemilih muda dalam Pemilihan Umum 2024 yakni leadership style atau kepemimpinan nasional. "Kalau 2019 dulu publik suka pemimpin yang populis atau merakyat, namun jelang 2024, orang tidak lagi suka pemimpin yang populis tapi yang bersih dan antikorupsi," terang dia.
Baca juga: Partai Perindo Optimistis Raih 3.000 Kursi DPRD di 2024, TGB: Bukan Hal Mustahil
Generasi muda kata dia juga mempunyai perhatian besar dalam isu-isu baru pasca Covid-19. Mereka memiliki kepedulian sangat tinggi terhadap isu kesehatan, lingkungan hidup, bencana, perubahan iklim, ketenagakerjaan, demokrasi, dan korupsi. "Jadi partai politik harus memiliki engagement dalam berbagai isu ini. Kalau ada jubir yang memiliki fokus di hal-hal tersebut mungkin bisa menarik pemilih muda," ungkap Arya Fernandes.
Pemilih muda kata dia juga tidak tertarik isu polarisasi dan agama dan cenderung lebih progresif dengan isu-isu aktual di tengah mereka. "Partisipasi politik pemilih muda mengalami peningkatan dari 2014 dan 2019 serta di 2024. Anak muda memiliki perhatian sangat tinggi terhadap isu ekonomi terutama lapangan pekerjaan, freedom of speech, isu korupsi," tuturnya.
Lihat Juga :