Kena Prank Ferdy Sambo, Eks Karo Provos: Yang Berat Bukan Hukuman Patsus tapi Beban Keluarga
Selasa, 06 Desember 2022 - 13:36 WIB
Eks Karo Provos Polri Brigjen Benny Ali, sedih lantaran telah menerima hukuman atas kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J yang menyeret Ferdy Sambo. Foto/MPI
JAKARTA - Eks Karo Provos Polri Brigjen Pol Benny Ali, merasa sedih lantaran telah menerima hukuman atas kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J yang menyeret Ferdy Sambo . Bahkan, ia mengaku, istrinya masih merasa syok hingga saat ini.
Hal itu ia ungkapkan saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrwathi di PN Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).
"Sedih. Ya yang paling menderita itu adalah istri saya. Ya kita ketahui yang kita ketahui. Kita terbawa-bawa, karena beritanya ternyata dari yang saya dapatkan selama ini, ternyata di-prank. (Informasi) itu yang saya terima terjadi seperti itu, ternyata beda," kata Benny.
Baca juga: Pengacara Bharada E Sebut Ferdy Sambo Perintahkan Tembak, Bukan Hajar Brigadir J
Benny mengaku, baru mengetahui tewasnya Brigadir J merupakan rekayasa Sambo setelah melihat keributan di sosial media. "Itu saya tahunya tanggal 5 Agustus mulai ribut di medsos. Tanggal 8 kalau enggak salah ada pernyataan resmi bahwa ini semuanya rekayasa," tutur Benny
Baca juga: Saksi PHL Div Propam Akui Ferdy Sambo Temperamental
Hal itu ia ungkapkan saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrwathi di PN Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).
"Sedih. Ya yang paling menderita itu adalah istri saya. Ya kita ketahui yang kita ketahui. Kita terbawa-bawa, karena beritanya ternyata dari yang saya dapatkan selama ini, ternyata di-prank. (Informasi) itu yang saya terima terjadi seperti itu, ternyata beda," kata Benny.
Baca juga: Pengacara Bharada E Sebut Ferdy Sambo Perintahkan Tembak, Bukan Hajar Brigadir J
Benny mengaku, baru mengetahui tewasnya Brigadir J merupakan rekayasa Sambo setelah melihat keributan di sosial media. "Itu saya tahunya tanggal 5 Agustus mulai ribut di medsos. Tanggal 8 kalau enggak salah ada pernyataan resmi bahwa ini semuanya rekayasa," tutur Benny
Baca juga: Saksi PHL Div Propam Akui Ferdy Sambo Temperamental
Lihat Juga :