Presiden Angkat Panglima TNI dari AL, Sejumlah Jenderal AD Masuk Kabinet

Minggu, 27 November 2022 - 11:30 WIB
Tak lama promosi jabatan kembali diterimanya. Widodo dipercaya Panglima TNI menjadi Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat (Guskamlabar), berlanjut sebagai Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) dan melesat sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat pada 1 Februari 1995.

Baca juga: Jalan Panjang Laksamana Widodo AS, dari Panglima TNI hingga Posisi Sejumlah Menteri

Bintang terangnya terus bersinar. Widodo selanjutnya diplot sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran KSAL (1996), kemudian Wakil KSAL pada 1997. Catatan gemilang menghiasi karier tentara dari Boyolali ini. Pada 1998 saat Indonesia compang-camping karena krisis moneter dan politik, Presiden BJ Habibie mengangkatnya sebagai orang nomor satu di matra Laut alias KSAL.

Widodo tidak lama menjabat sebagai KSAL. Sebab, Habibie mengangkatnya menjadi Wakil Panglima TNI pada 17 Juli 1999. Jabatan ini pun ternyata tak lama alias hanya tiga bulan.

Situasi politik Indonesia mengukir sejarahnya sendiri. Habibie tak lagi menjadi presiden. Gus Dur naik menjadi Presiden ke-4 RI. “Presiden RI berikutnya sesuai hasil Sidang Umum MPR 1999, yaitu Abdurrahman Wahid, mengangkatnya menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Wiranto,” tutur Usyamah.

Widodo menjabat sebagai Panglima TNI untuk periode 26 Oktober 1999-7 Juni 2002. Setelah pensiun, bukan berarti dia berpangku tangan. Negara masih memercayainya duduk di kabinet. Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dia didaulat menjadi menteri koordinator bidang politik, hokum dan keamanan. Setelah itu dia juga dipercaya menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Widodo juga pernah tercatat sebagai menteri dalam negeri ad interim pada 2007.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!