BKSAP DPR Ingin Penghapusan Ketimpangan Kesehatan Jadi Prioritas di Asia-Pasifik
Rabu, 02 November 2022 - 01:28 WIB
“Meskipun demikian, Covid-19 telah memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa parlemen harus memiliki kemauan politik dan komitmen yang kuat dalam mengatasi berbagai hambatan kesehatan,” ujarnya. Baca: Wakil Ketua BKSAP Gaungkan Kearifan Lokal Bali di Sidang IPU
Di tingkat nasional, legislator asal Bali ini percaya bahwa harus lebih intens memobilisasi sumber daya yang tersedia secara maksimal untuk mencapai pemerataan kesehatan di negara kita masing-masing.
Di sisi lain, setiap negara memiliki kapasitas dan kapabilitas yang berbeda dalam meningkatkan sistem kesehatannya, termasuk infrastruktur, pendanaan, hingga sumber daya manusia. Dan kondisi tersebut dapat mempengaruhi akses individu ke layanan kesehatan primer.
“Untuk itu, kita harus memperkuat kerja sama di kawasan Asia-Pasifik, termasuk dalam hal perdagangan, investasi serta peningkatan kapasitas di bidang kesehatan,” tegas Anggota Komisi VI DPR ini.
Apalagi, Putu menambahkan, Indonesia akan terus mengadvokasi implementasi Financial Intermediary Fund atau Dana Perantara Keuangan (FIF) global, yaitu berupa mekanisme pembiayaan multilateral yang didedikasikan dalam mengatasi kesenjangan pembiayaan untuk kesiapsiagaan, pencegahan dan responsivitas (PPR) pandemi.
Di tingkat nasional, legislator asal Bali ini percaya bahwa harus lebih intens memobilisasi sumber daya yang tersedia secara maksimal untuk mencapai pemerataan kesehatan di negara kita masing-masing.
Di sisi lain, setiap negara memiliki kapasitas dan kapabilitas yang berbeda dalam meningkatkan sistem kesehatannya, termasuk infrastruktur, pendanaan, hingga sumber daya manusia. Dan kondisi tersebut dapat mempengaruhi akses individu ke layanan kesehatan primer.
“Untuk itu, kita harus memperkuat kerja sama di kawasan Asia-Pasifik, termasuk dalam hal perdagangan, investasi serta peningkatan kapasitas di bidang kesehatan,” tegas Anggota Komisi VI DPR ini.
Apalagi, Putu menambahkan, Indonesia akan terus mengadvokasi implementasi Financial Intermediary Fund atau Dana Perantara Keuangan (FIF) global, yaitu berupa mekanisme pembiayaan multilateral yang didedikasikan dalam mengatasi kesenjangan pembiayaan untuk kesiapsiagaan, pencegahan dan responsivitas (PPR) pandemi.
Lihat Juga :