Divonis 4 Tahun Penjara, Mantan Dirut PNRI Pikir-pikir
Selasa, 01 November 2022 - 05:18 WIB
"Kami sangat menyayangkan bahwasannya dalam pertimbangannya majelis hakim mengabaikan fakta-fakta persidangan dari keterangan-keterangan saksi yang hadir di sidang," tuturnya.
Dia juga mempersoalkan terkait fakta sidang dari saksi yang menyatakan bahwa PNRI merupakan konsorsium terbaik yang dipilih untuk mengerjakan proyek e-KTP. Dia pun menyayangkan putusan hakim yang tidak mempertimbangkan ketidaktahuan Isnu Edhi terkait kongkalikong bancakan proyek e-KTP.
"Tidak ada pertimbangan pula Pak Isnu atau terdakwa II ini berdasarkan keterangan saksi-saksi sesungguhnya tidak terlibat dalam pemberian uang tersebut dan juga tidak mengetahui adanya pemberian uang tersebut," pungkas Endar.
Diketahui, Isnu Edhi Wijaya divonis empat tahun penjara bersama-sama dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT) Husni Fahmi. Kedua terdakwa korupsi proyek e-KTP itu juga dijatuhi hukuman untuk membayar denda Rp300 juta subsidair tiga bulan kurungan.
Putusan hakim tersebut diketahui lebih rendah dari tuntutan yang diajukan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, JPU menuntut lima tahun penjara terhadap Isnu Edhi Wijaya dan Husni Fahmi.
Dia juga mempersoalkan terkait fakta sidang dari saksi yang menyatakan bahwa PNRI merupakan konsorsium terbaik yang dipilih untuk mengerjakan proyek e-KTP. Dia pun menyayangkan putusan hakim yang tidak mempertimbangkan ketidaktahuan Isnu Edhi terkait kongkalikong bancakan proyek e-KTP.
"Tidak ada pertimbangan pula Pak Isnu atau terdakwa II ini berdasarkan keterangan saksi-saksi sesungguhnya tidak terlibat dalam pemberian uang tersebut dan juga tidak mengetahui adanya pemberian uang tersebut," pungkas Endar.
Diketahui, Isnu Edhi Wijaya divonis empat tahun penjara bersama-sama dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT) Husni Fahmi. Kedua terdakwa korupsi proyek e-KTP itu juga dijatuhi hukuman untuk membayar denda Rp300 juta subsidair tiga bulan kurungan.
Putusan hakim tersebut diketahui lebih rendah dari tuntutan yang diajukan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, JPU menuntut lima tahun penjara terhadap Isnu Edhi Wijaya dan Husni Fahmi.
(rca)
Lihat Juga :