Ketum PBNU Minta Gubernur Bali Ceritakan Keharmonisan Pulau Dewata di Forum R20
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 22:06 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Jumat (28/10/2022). Foto/MNC Media
DENPASAR - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Jumat (28/10/2022). Pertemuan ini secara khusus membicarakan pelaksanaan G20 Religion Forum atau biasa disebut R20 yang tinggal menghitung hari.
“Kita koordinasi dengan Pak Gubernur. Beliau sangat terbuka dan siap membantu apa yang kita butuhkan untuk acara R20,” ujar Gus Yahya seusai pertemuan yang berlangsung satu jam tersebut. Baca juga: PBNU: Apel Nasional Hari Santri Akan Diikuti 520.000 Peserta
Sebagai penggagas R20, Gus Yahya juga menyampaikan permintaan khusus kepada Gubernur Bali untuk berbicara dalam forum ini. Menurut Gus Yahya, Bali mampu mengelola masyarakat untuk hidup damai.
”Agar [Gubernur] bercerita tentang bagaimana Bali mengelola masalah yang luar biasa terkait dukungan antarumat beragama. Padahal pernah terjadi teror bom, tapi tidak sampai meruntuhkan masyarakatnya, tidak sampai menimbulkan perpecahan yang berkepanjangan, dan berhasil mengembalikan harmoni,” jelas Gus Yahya.
“Kita koordinasi dengan Pak Gubernur. Beliau sangat terbuka dan siap membantu apa yang kita butuhkan untuk acara R20,” ujar Gus Yahya seusai pertemuan yang berlangsung satu jam tersebut. Baca juga: PBNU: Apel Nasional Hari Santri Akan Diikuti 520.000 Peserta
Sebagai penggagas R20, Gus Yahya juga menyampaikan permintaan khusus kepada Gubernur Bali untuk berbicara dalam forum ini. Menurut Gus Yahya, Bali mampu mengelola masyarakat untuk hidup damai.
”Agar [Gubernur] bercerita tentang bagaimana Bali mengelola masalah yang luar biasa terkait dukungan antarumat beragama. Padahal pernah terjadi teror bom, tapi tidak sampai meruntuhkan masyarakatnya, tidak sampai menimbulkan perpecahan yang berkepanjangan, dan berhasil mengembalikan harmoni,” jelas Gus Yahya.
Lihat Juga :