Pelaku Usaha Berharap Tahun Politik Tak Pengaruhi Investasi Minerba
Kamis, 27 Oktober 2022 - 18:43 WIB
Wakil Bendahara Umum ICMI Pusat ini mengatakan, para pengusaha berharap dinamika politik kekuasaan di 2024 tidak mengoreksi iklim investasi di dalam negeri yang sudah berlangsung baik. Namun, justru dapat memberikan stimulus akan pergerakan atau percepatan investasi karena adanya jaminan stabilitas politik dalam negeri.
"Portofolio investasi dalam negeri trennya terus naik, pertanda pemodal dan pebisnis percaya dengan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia makin cerah dan menjanjikan," kata mantan Ketua Majelis Permusyawaran Mahasiswa Universitas Halu Oleo ini.
Ketua Harian Jaringan Indonesia Korwil Sultra ini juga mengatakan, selain pertimbangan situasi politik dalam negeri, masyarakat juga harus bersiap menghadapi gelombang resesi global sebagai akibat dari ketidakpastian geopolitik global yang dipicu oleh perang Russia-Ukraina yang belum berkesudahan.
"Kita berharap dampak dari perlambatan ekonomi global, tidak mempengaruhi iklim keberlanjutan investasi. Sekali lagi, situasi ini merupakan ujian bagi teman-teman pengusaha. Tetapi kami percaya bahwa pemerintah kita telah melakukan langkah-langkah proteksi ekonomi dalam negeri agar tidak terkoreksi oleh resesi global dan pengusaha akan berdiri bersama pemerintah menjaga stabilitas ekonomi agar tidak terguncang oleh resesi," tutur Komisaris Utama PT Tetap Merah Putih ini.
Menurutnya, dampak resesi tidak akan terasa di Indonesia, khususnya pada sektor bisnis komoditas minerba. Pasalnya perdagangan komoditas minerba khususnya nikel dan batu bara tidak terkoneksi dengan epicentrum resesi yaitu Eropa dan Amerika.
"Portofolio investasi dalam negeri trennya terus naik, pertanda pemodal dan pebisnis percaya dengan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia makin cerah dan menjanjikan," kata mantan Ketua Majelis Permusyawaran Mahasiswa Universitas Halu Oleo ini.
Ketua Harian Jaringan Indonesia Korwil Sultra ini juga mengatakan, selain pertimbangan situasi politik dalam negeri, masyarakat juga harus bersiap menghadapi gelombang resesi global sebagai akibat dari ketidakpastian geopolitik global yang dipicu oleh perang Russia-Ukraina yang belum berkesudahan.
"Kita berharap dampak dari perlambatan ekonomi global, tidak mempengaruhi iklim keberlanjutan investasi. Sekali lagi, situasi ini merupakan ujian bagi teman-teman pengusaha. Tetapi kami percaya bahwa pemerintah kita telah melakukan langkah-langkah proteksi ekonomi dalam negeri agar tidak terkoreksi oleh resesi global dan pengusaha akan berdiri bersama pemerintah menjaga stabilitas ekonomi agar tidak terguncang oleh resesi," tutur Komisaris Utama PT Tetap Merah Putih ini.
Menurutnya, dampak resesi tidak akan terasa di Indonesia, khususnya pada sektor bisnis komoditas minerba. Pasalnya perdagangan komoditas minerba khususnya nikel dan batu bara tidak terkoneksi dengan epicentrum resesi yaitu Eropa dan Amerika.
Lihat Juga :